Media Berkualitas, Ramah dan Mencerdaskan


Media Berkualitas, Ramah dan Mencerdaskan

Oleh: Rosidi*

Belum lama saya mengenal situs harakatuna.com dan juga buletin Jum’at dengan nama yang sama. Dari belum lamanya membaca berbagai konten yang ada di situs tersebut, banyak hal menarik yang bisa didapat oleh publik. Baik terkait wawasan ki-Islam-an dan kebangsaan melalui kanal-kanal yang ada.

Buletin Jum’at yang diinterintegrasikan dengan situs harakatuna.com, juga sangat menarik. Beragam kontennya, mengambil peran yang tak terperikan dalam mencerdaskan pembacanya. Cobalah baca tulisan berjudul ”Umat (yang) Tidak Butuh Khilafah”, ”Deretan Upaya Kudeta oleh Hizbut Tahrir”, atau ”Hoax, Mungkinkah Diberangus?”

Ya, banyak perspektif yang menarik dalam konten-konten buletin Jum’at Harakatuna ini. Sehingga media-media semacam ini, mestinya menjadi pilihan untuk dikembangkan di berbagai kota (daerah) oleh organisasi-organisasi (lembaga), yang hendak mengambil peran mencerdaskan kehidupan bangsa semakin mengukuhkan rasa persaudaraan dan nasionalisme.

Harapan dari melihat lebih banyak hadirnya media ramah, mencerdaskan dan mempererat persatuan ini pun terobati, manakala kawan-kawan alumni madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus, melalui organisasi alumninya, yaitu IKatan Siswa Abiturien (Iksab), meluncurkan buletin Jum’at Aulawi pada gelaran ”Halaqah Kubro 2017” yang diselenggarakan pada 20-21 Mei lalu.

Edisi perdana buletin (terbit 7 Juli) yang dikelola Iksab TBS itu, dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dan dibagi gratis ke peserta halaqah dan disebar di masjid-masjid. Dan edisi kedua pengelola mencetak sebanyak 3.000 eksemplar.

Menariknya, mulai edisi kedua (14 Juli), Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabaroh An Nahdliyyah Matan) Tasikmalaya, Jawa Barat, tertarik mendistribusikan Buletin Jum’at Aulawi di wilayahnya. Dan edisi ketiga yang akan terbit pada 21 Juli besok, tirasnya melonjak tajam, yakni diagendakan cetak 9.000 eksemplar untuk Kudus. Ini belum termasuk sekitar 2.000 eksemplar untuk pembaca di Tasikmalaya.

Baca Juga:  Enam Virus Perusak Ibadah Puasa Ramadhan

Apa makna di balik penerbitan buletin-buletin seperti Buletin Harakatuna dan Buletin Aulawi yang ternyata diminati masyarakat?

Konten-konten yang ramah, mencerdaskan, mengikat persatuan dan sebagai ruang mempererat silaturahmi inilah, yang sangat dirindukan oleh masyarakat (pembaca). Sebab, setiap hari publik sudah dijejali dengan berita-berita yang sangat beragam dari berbagai media massa, baik cetak, online, maupun televisi.

Belum lagi, publik (masyarakat) dibombardir oleh informasi-informasi melalui media sosial (medsos), yang tentunya membutuhkan kontrol dan filter ekstra, karena konten Medsos, belum tentu bisa dipertanggungjawabkan validasi datanya, apalagi secara kualitas, juga belum tentu baik.

Untuk itu, berbagai organisasi di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama (NU) berikut Badan Otonom (Banom) yang dimilikinya, Muhammadiyah, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), juga organisasi-organisasi mahasiswa, perlu mengambil peran dalam upaya mencerdaskan masyarakat melalui penerbitan-penerbitan media alternatif sebagaimana Harakatuna dan Aulawi.

Dengan begitulah, selain memberikan kontribusi bagi proses pencerdasan bangsa melalui media alternatif ini, lamban namun pasti, pola pikir publik juga akan semakin baik jika membaca konten-konten media yang baik, bermutu, ramah, berkualitas dan mencerahkan.

*Penulis adalah koordinator Gubug Literasi Tansaro, dan staf Humas Universitas Muria Kudus (UMK)

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.