32 C
Jakarta

Masyarakat Harus Jadi CCTV dalam Pencegahan Terorisme

Artikel Trending

Milenial IslamMasyarakat Harus Jadi CCTV dalam Pencegahan Terorisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Deradikalisasi dan mencegah munculnya aksi terorisme, tidak cukup hanya mengandalkan aparat. Deradikalisasi perlu kolaborasi bersama masyarakat bawah, termasuk dengan organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan.

Mengapa ini perlu dilakukan? Sebab kita melihat aparat terlalu jauh jaraknya dengan masyarakat sekitar. Dia memiliki keterbatasan penglihatan sehingga kejadian-kejadian yang rinci yang terjadi di tengah masyarakat tidak terlihat.

CCTV Teroris

Karena itu, hanya masyarakatlah yang bisa merasakan dan melihat kejadian apa yang terjadi di sekitar. Masyakat bisa melapor, menjadi CCTV (Closed Circuit Television), dan memitigasi hal-hal yang mencurigakan. Karena ini kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi penting dilakukan.

Perlu diingat, radikalisme dan terorisme adalah dua ancaman bagi kesatuan dan perdamaian bangsa Indonesia. Radikalisme ini biasanya melakukan kegiatan secara senyap, seperti mempromosikan sebuah ideologi ekstrem ke anak-anak didik, kepada ibu-bapak pengajian di kampung, dan kepada masyarakat umum.

Sementara terorisme, sering kali menggunakan metode kekerasan atau ancaman yang menciptakan suasana ketakutan yang meluas, mengakibatkan korban massal dan kerusakan. Ini terjadi karena didorong oleh tujuan ideologis, politik, atau keamanan.

Radikalisme dan Terorisme

Radikalisme dan terorisme menjadi satu kesatuan. Yang satu ingin menyisipkan ideologi tersembunyi di dalam semua lini kebangsaan. Yang satu melanjutkan dari ideologi tersebut menjadi kegetiran dan kerusakan.

BACA JUGA  Propaganda Tahunan Kaum Ekstremis tentang Natal, Hati-hati!

Namun dari kedua gerakan tersebut, tujuannya sama, yakni merusak ajaran agama dengan membenarkan kekerasan dan metode brutal untuk mencapai tujuan mereka. Kelompok teroris radikal ingin memberi bunyi ketakutan terhadap masyarakat sekitar. Agar, masyarakat merasa terancam dan kemudian tidak percaya lagi dengan pertahanan Indonesia.

Mereka membayangkan, kalau masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan pertahanan pemerintah, maka masyarakat seperti tidak membutuhkan lagi adanya pemerintah. Akhirnya, agenda politik praktis teroris yang bertujuan untuk merebut kekuasaan pemerintah yang sah berjalan secara rapi.

Meningkatkan Kesadaran Nasional

Lalu apa yang harus dilakukan? Untuk melawan masalah ini, perlu kajian strategi yang komprehensif dan kolaboratif, yang melibatkan semua lapisan masyarakat.

Strategi yang dapat diimplementasikan, misalnya memantau individu atau kelompok radikal di media sosial dan internet, melakukan upaya kontra-radikalisasi, meningkatkan kerja sama antarlembaga negara, meningkatkan kemampuan petugas penegak hukum, melibatkan komunitas akademik, dan meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat.

Namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana meningkatkan kesadaran nasional masyarakat. Sebab radikalisme dan terorisme tidak memandang pekerjaan maupun status sosial.

Apabila terjerumus, sulit dibedakan apakah termasuk kelompok radikal atau tidak. Oleh karena itu usulan di atas penting dilakukan sebelum terlambat. Masyarakat harus menjadi CCTV dalam pemberantasan radikalisme-terorisme.

Agus Wedi
Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru