24.9 C
Jakarta

AUTHOR NAME

Ahmad Khoiri

300 KIRIMAN
0 KOMENTAR
Mahasiswa Magister Pengkajian Islam, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mengapa Aktivis HTI Tidak Setuju Ibu Kota Pindah?

Harakatuna.com - Legalisasi RUU Ibu Kota Negara (IKN) baru menjadi UU masih menuai polemik hingga kini. Di luar komentar para intelektual, politisi, dan ekonom...

Salafi dan Radikalisasi; Masjid Mal dan Apartemen Jadi Sasaran Empuk?

Harakatuna.com - Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke salah satu distrik apartemen  Jakarta Selatan. Kebetulan, waktu itu menjelang Maghrib. Saya ikut berjemaah shalat yang,...

Manajemen Teror (9): Masa Depan Umat Islam Indonesia dalam Genggaman Terorisme

Harakatuna.com - Ini adalah seri penutup kajian manajemen teror. Kita, pada bagian-bagian sebelumnya, telah mengulas rinci seluruh gagasan Abu Bakar Naji tentang proyek panjang...

Manajemen Teror (8): Adakah Cara Selain Terorisme dan Pertumpahan Darah?

Harakatuna.com - Kita telah tiba di bab terakhir buku Idarah al-Tawahhusy-nya Naji. Tulisan ini juga seharusnya menjadi seri yang terakhir, tetapi saya memutuskan untuk...

Manajemen Teror (7): Hambatan Strategi, Operasi Intelijen, dan Cara Mengatasinya

Harakatuna.com - Setelah membahas seluruh taktik manajemen teror, dan proyek jangka panjang Negara Islam telah teruraikan segala strateginya, Naji beranjak pada pembahasan mengenai hambatan-hambatan...

Manajemen Teror (6): Geopolitik, Strategi Militer, dan Infiltrasi Jihad

Harakatuna.com - Lima pasal manajemen teror yang telah diuraikan pada tulisan sebelumnya adalah aturan main jihad, atau dalam bahasa kita disebut terorisme. Maka tidak...

Mengapa Kita Harus Fobia Radikalisme?

Harakatuna.com - Paling sedikitnya setengah dekade terakhir, istilah radikalisme bak menjadi hantu di negeri ini. Kabinet Kerja Jokowi-Ma’ruf, sejak awal, menjadikan isu tersebut sebagai...

Manajemen Teror (5): Propaganda Jihad dan Taktik Terorisme

Harakatuna.com - Masih dalam konteks pembahasan tamkin, yakni penegakan Negara Islam, sebagai elemen terpenting dalam manajemen teror. Rencana awalnya, bagian keempat kemarin akan mengupas...

Manajemen Teror (4): Tamkin Menuju Tegaknya Negara Islam Global

Harakatuna.com - Sebelum masuk ke pembahasan, ada poin penting yang mesti digarisbawahi. Kata ‘kebiadaban’, pada bagian sebelum ini, maksudnya adalah chaos—kendati Naji menjelaskan ia...

Manajemen Teror (3): Kebiadaban Sebagai Cara Melelahkan dan Mengalahkan Musuh

“Ketika sebuah negara atau imperium jatuh, baik Islam maupun non-Islam, kemudian lahir—setelahnya—negara yang relatif lebih kecil; tak sebanding dengan keadaan sebelumnya, maka daerah dan...

Artikel Terbaru