26.7 C
Jakarta

Stop! Terorisme Tidak Diajarkan Agama

Artikel Trending

KhazanahPerspektifStop! Terorisme Tidak Diajarkan Agama
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Terorisme kembali menjadi perbincangan publik setelah adanya aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Asatanaayar pada hari Rabu, 7 Desember lalu. Bom bunuh diri yang terjadi kurang lebih pukul 08.20 WIB memberikan luka beberapa polisi dan duka untuk satu polisi meninggal dunia setelah terkenal ledakan bom bunuh diri tersebut.

Berangkat dari kejadian ini masyarakat tentunya menjadi was-was dan takut akan aksi kejahatan tersebut. Di lain sisi sentimentasi dalam beragama juga tidak menutup kemungkinan akan melahirkan opini-opini yang masyarakat dalam memahami agama. Sebab tidak menutup kemungkinan sebagian orang akan menganggap bahwa aksi pengeboman yang dilakukan di Polsek Asataayar tersebut dilatarbelakangi oleh agama.

Mindset seperti inilah yang seharusnya diluruskan dan diberikan edukasi yang benar. Bahwasanya kejahatan tersebut tidak berangkat dari agama, melainkan dari pikiran mereka masing-masing yang sudah terdoktrin oleh pemahaman yang radikal. Bisa dikatakan kurang dalamnya pemahaman ilmu agama yang ia pelajari menjadikan dirinya dengan tega melakukan kekejaman.

Karena apabila dirinci dengan detail, apapun agama yang kita anut tidak akan pernah mengajarkan kekerasan. Semua senantiasa mengedepankan kebaikan dan keadaban yang menyenangkan untuk semua manusia.

Terlebih seharusnya kita juga sadar, bahwa Indonesia selalu mengedepankan tentang pentingnya sebuah perbedaan. Maka yang perlu ditegaskan paling utama, apabila ada kejahatan terorisme yang harus dituduh bukan agama apa yang dianut, tapi bagaimana pikiran dan hati mereka mengapa tega melakukan kejahatan yang demikian.

Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa mereka yang melakukan tindakan pengeboman tersebut merupakan seorang kurang memahami bagaimana agama dan kebangsaan di bangsa Indonesia. Dirinya tidak benar-benar sadar bahwa banyak aneka keragaman yang ada di bangsa Indonesia mampu menciptakan perdamaian dan kerukunan dalam hidup berdampingan.

Secara tidak langsung agama di Indonesia ialah sebagai jalan untuk berhubungan antara manusia dengan Tuhannya, kemudian manusia dengan makhluk hidup, serta manusia dengan manusia. Yang di dalam ajarannya menekankan tentang pentingnya pedoman rasa kebersamaan, yang kemudian akan menjembatani menjadi manusia yang toleran dan senantiasa menjunjung tinggi perikemanusiaan.

Sebagaimana yang ditegaskan dalam al-Quran dalam Surah al-Hujarah, Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Allah maha mengetahui lagi Maha mengenal.

Ayat ini mengiblatkan, bahwa manusia diciptakan untuk saling bersama, saling menguatkan antara satu dengan yang lainya. Dan tugas setiap manusia ialah bermanfaat dan berbuat kebaikan. Sebab, yang paling utama di hadapan Tuhan bukanlah suatu pembelaan, sebagaimana yang dikatakan Gus Dur, bahwa Tuhan tidak membutuhkan pembelaan makhluknya. karena Tuhan bisa berdiri sendiri tanpa bantuan makhluknya.

Untuk itu apabila tindakan yang dilakukan terorisme senantiasa mengatasnamakan Agama, maka itu adalah salah satu tindakan yang kurang efektif. Sebab selain agama tidak mengajarkan kekerasan, apabila ditinjau dari sejarah, Rasulullah Saw dalam menyebarkan agama juga senantiasa mengedepankan tentang pentingnya kemanusiaan.

Dalam konteks ini Gus Dur juga menegaskan. Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Quran, berarti yang kamu Pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Quran. Jika kamu memusuhi orang yang berbeda Agama dengan kamu, berarti yang kamu Pertuhankan bukan Allah, tapi agama.

Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah tapi moral. Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya. Dan pembuktian bahwa kamu mempertaruhkan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah.

Pesan inilah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam membingkai keadaban dalam berbangsa dan beragama. Bahwa Indonesia senantiasa menjunjung keagamaan sebagai jalan untuk menjadi pribadi yang santun dan mendamaikan. Maka, pahami agama dengan benar maka tidak akan muncul unsur kekerasan dalam pikiran dan hatimu. Dan jangan pernah mau di pecah belah oleh kejahatan terorisme. Karena pelaku terorisme tidak memahami agama.

Suroso, S.Ag
Suroso, S.Ag
Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru