34.4 C
Jakarta

Radikalisme hingga Gejolak Papua Jadi Perhatian di Daerah

Artikel Trending

AkhbarDaerahRadikalisme hingga Gejolak Papua Jadi Perhatian di Daerah
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Bali-Berbagai persoalan menjadi perhatian serius di daerah. Termasuk oleh kalangan anak muda di Jembrana. Seperti persoalan radikalisme hingga permasalahan Papua yang kini masih terus mengancam. Mereka telah melayangkan pernyataan sikap kepada pemerintah. Komponen anak muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Remaja Hindu (FKRH) Jembrana. Mereka menyoroti berbagai persoalan yang dinilai mengancam sehingga harus mendapat perhatian serius dan disikapi pemerintah.

Koordinator Aksi I Nyoman Wahyu Kurniawan, Minggu (3/10/2021), menyebut prihatin dengan kondisi yang terjadi di berbagai wilayah. Pihaknya tegas menyatakan mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberantas gerakan radikal, ekstrim dan sparatis, termasuk juga terhadap gejolak keamanan di Papua. “Kami mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menumpas teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Sudah banyak memakan korban jiwa termasuk prajurit-prajurit berdarah Bali yang gugur di Papua,” tegasnya.

Pihaknya menyatakan keprihatinan terhadap berbagai permasalahan yang banyak terjadi di kalangan generasi muda saat ini, etika dan kedisiplinan juga semakin dilupakan. “Persoalan ini salah satunya dipicu karena pergeseran mentalitas generasi muda akibat tidak memahami nilai-nilai Pancasila,” imbuhnya.

Pihaknya mengingatkan kembali akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Kami sebagai generasi muda terpanggil untuk ikut membumikan Pancasila. Mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara yang harus dijadikan pondasi dan landasan dalam setiap aspek kehidupan bernegara,” tutur pemuda asal Desa Gumbrih, Pekutatan ini.

BACA JUGA  Kapolres Kendal Tegaskan Tak Segan Tindak Paham Radikalisme

Mereka juga menyatakan selain menguatkan pendidikan Kewarganegaraan, penting untuk memulihkan kembali Pendidikan Moral Pancasila. Sehingga generasi muda mendapat pengetahuan dasar bernegara yang utuh. Mereka meminta penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) agar kembali dihidupkan oleh pemerintah. “Kembali membumikan nilai-nilai Pancasila ke seluruh komponen dan lapisan masyarakat sampai ke pelosok-pelosok Indonesia,” ungkapnya.

Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) juga diminta bergerak lebih masif ke bawah untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. “Dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila, harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara akan tetap terjaga,” jelasnya.

Pihaknya mengaku tak akan henti-hentinya menyuarakan sikap nasionalisme ini. Seperti saat Hari Kesaktian Pancasila pihaknya menggelar aksi turun ke jalan bersama puluhan anak muda dari berbagai desa di Jembrana. Pihaknya juga mengaku telah menyampaikan pernyataan sikap langsung ke Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. Dikatakannya pernyataan sikap tersebut ini disampaikan melalui pemerintah daerah. “Kami mohon aspirasi ini untuk disampampaikan kepada pemerintah pusat,” harapnya.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengakui menerima peserta aksi dan menerima pernyataan sikap dari komponen anak muda Jembrana tersebut. Ia mengapresiasi aksi yang dilakukan komponen anak muda di Jembrana ini. “Ini inspirasi positif bagi generasi muda di Jembrana,” ujarnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru