28.2 C
Jakarta

Meraih Derajat Mulia Dengan Melakukan 3 Anjuran Nabi Berikut Ini

Artikel Trending

Asas-asas IslamAkhlakMeraih Derajat Mulia Dengan Melakukan 3 Anjuran Nabi Berikut Ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Salah satu hal yang selalu terbersit dalam setiap keinginan manusia adalah menjadi manusia yang memiliki derajat mulia, baik di dunia maupun di akhirat. Menjadi orang yang memiliki derajat mulia sudah menjadi fitrah manusia. Namun demikian, terkadang karena suatu hal, manusia menyadari bahwa meraih derajat mulia bukanlah suatu yang mudah. Dan berikut cara meraih derajat mulia berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah dalam sebuah hadisnya menjelaskan tentang sebuah panduan untuk mencapai derajat mulia sekaligus menghapus segala dosa-dosa. Nabi Muhammad bersabda:

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

Artinya: “Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?” Para sahabat menjawab, ”Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, ”(Yaitu) menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah mendirikan shalat. Itulah ar-ribath (kebaikan yang banyak).” (HR. Muslim no. 251)

Dari hadis ini, bisa terlihat secara jelas 3 petunjuk Nabi Muhammad untuk mencapai derajat mulia:

Pertama, menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit. Wudhu adalah ibadah pertama yang harus dilakukan menuju ibadah-ibadah penting yang membutuhkan kesucian seperti shalat, iktikaf, membaca Al-Quran, dan lain sebagainya. Begitu pentingnya wudhu, maka apabila wudhu ini tidak sempurna maka ibadah shalat pun menjadi batal. Oleh karenanya untuk meraih derajat yang mulia maka dimulai dari menyempurnakan wudhu.

BACA JUGA  Tiga Anjuran Rasulullah Menyikapi Masa Lalu yang Buruk

Kedua, memperbanyak langkah menuju masjid. Salah satu petunjuk Nabi Muhammad untuk meraih derajat mulia adalah seringnya hadir dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di masjid seperti shalat jamaah, pengajian, iktikaf, dan lain sebagainya. Dalam sebuah hadis yang lain, Rasulullah menerangkan bahwa tiada satu langkah menuju masjid melainkan Allah akan angkat derajatnya.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ 

Artinya: “Shalat seseorang (di masjid dengan berjamaah) itu dilebihkan dengan 25 derajat dari shalat yang dikerjakan di rumah dan di pasar, sesungguhnya salah seorang di antara kalian jika berwudhu kemudian menyempurnakannya lalu mendatangi masjid, tak ada keinginan yang lain kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah pun kecuali Allah mengangkatnya satu derajat, dan terhapus darinya satu kesalahan.

Ketiga, menunggu shalat setelah menunaikan shalat. Itu artinya waktu-waktu dalam hidupnya senantiasa digunakan untuk kebaikan dan beribadah.

Demikianlah 3 petunjuk Nabi untuk mencapai derajat mulia. Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani, M.Hum
Ahmad Khalwani, M.Hum
Penikmat Kajian Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru