34.2 C
Jakarta

Mengembalikan Identitas dan Karakter Bangsa

Artikel Trending

Milenial IslamMengembalikan Identitas dan Karakter Bangsa
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Belakangan ini kita melihat maraknya perbedaan gagasan tentang suatu arah masa depan bangsa ini. Mulai dari paham keagamaan, demokrasi, Pancasila, suku, agama, ras, dan derap langkah sebuah golongan. Bagi saya ini sangat mengkhawatirkan apabila hal tersebut mengalami kemelut dan berantakan.

Kita tahu, Indonesia sangat kaya akan budaya, agama dan lainnya. Oleh karena itu, saya kira tidak bisa disatukan dalam satu kesatuan. Sebut saja soal agama dan budaya yang berbeda-beda. Namun, kita harus yakini secara tepat dan penuh pendirian bahwa kita hidup di negara Indonesia berbhinneka.

Indonesia Berbhinneka

Kita harus jujur bahwa kita negara Indonesia bermacam-macam dan arena itu tak bisa diseragamkan. Para pendiri bangsa sejak awal telah bersepakat bahwa negara kebangsaan yang beragam dan demokratis ini bukanlah milik siapa-siapa. Bukan milik sekelompok orang, tidak terkecuali dari kelompok minoritas dan mayoritas, baik dalam artian suku, agama maupun kelas dan kasta. Apalagi milik keluarga. Negara Indonesia adalah milik bangsa Indonesia seluruhnya.

Dalam kondisi seperti ini, kita harus membuka mata dan mempelajari sebuah makna identitas dan karakter bangsa Indonesia secara menyeluruh. Kita hidup dalam masyarakat popularitas yang sangat tinggi. Modal ini bisa kita jadikan kebanggaan. Bukan malah menjadi momok penebar kebencian dan pemecah-belah bangsa.

Karakter Bangsa

Karakter bangsa ini perlu terapi serius untuk dapat diaplikasikan di tengah masyarakat yang bingung. Baik dalam persoalan identitas dan karakter bangsa yang kian terkikis. Masyarakat ini juga perlu didekati dan diberi pengertian bahwa NKRI berdasarkan Pancasila adalah pilihan yang terbaik, bukan NKRI untuk kelompok sendiri/keluarga.

BACA JUGA  Rajab, Bulan Penuh Pahala untuk Memerangi Khilafahisme

Peran kita setelah memasuki tahun politik adalah mengawal bangsa ini ke depan. Kalau bisa melawan politik pecah-belah. Sebagai sebuah bangsa kita harus bertanggung jawab mengawal persatuan dan kesatuan.

Beberapa Cara

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam bangsa yang majemuk ini. Pertama, sikap saling hormat terhadap kebudayaan dan tradisi yang berbeda-beda.

Kedua, membangun etos dan identitas nasional. Dalam hal ini membangun jati diri, kepribadian, kebangsaan sebagai bangsa yang tunggal, yaitu bangsa Indonesia.

Kendati, bangsa ini harus melakukan cita-cita bersama, bahasa bersama, kebudayaan bersama, nasib bersama, masa depan bersama, dan menyelesaikan persoalan bersama, serta membangun semangat kebersamaan.

Caranya adalah dengan membela jati diri sebagai bangsa yang berdaulat, makmur, tentram dan tanpa perpecahan dalam perbedaan yang ada. Namun kita harus mengedepankan kebenaran dan etika. Jika benar, jujur, dan etika hilang, apalah sebuah bangsa dan negara itu.

Oleh karena itu, kita harus menjaga dengan mengelola kehidupan bersama. Upaya menjaga kerukunan bagian dari tekad hidup bersama sebagai bangsa. Hal-hal seperti mau menang sendiri, kecurangan, keculasan, dan kebencian, serta sikap radikal harus dilenyapkan dari kehidupan sosial kita.

Agus Wedi
Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru