29.5 C
Jakarta

Mau Bisa Menulis? Pahami dan Lakukan Lima Tahapan Berikut Ini

Artikel Trending

KhazanahLiterasiMau Bisa Menulis? Pahami dan Lakukan Lima Tahapan Berikut Ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Untuk menjadi seorang penulis tentu membutuhkan suatu tahapan atau proses yang harus dilalui. Hingga kemudian dari proses tersebut akan menghasilkan sesuatu yang bisa kamu nikmati dan dinikmati orang lain.

Pelukis sebelum menghasilkan sebuah lukisan, ia harus melatih diri memainkan kuas, komposisi warna, hingga bermain imajinasi. Tukang kayu saat ingin membuat kursi, meja, ia juga harus menyiapkan bahan, alat, tenaga dan pikirannya. Jadi untuk memulai dan berharap menghasilkan sesuatu, kamu harus tahu apa yang perlu disiapkan dan apa yang akan kamu lakukan.

Begitupun saat kamu menulis, ada tahapan yang harus kamu jalani untuk menghasilkan sebuah tulisan. Berikut ini lima tahapan yang bisa kamu terapkan untuk menulis:

1. Membaca dan Memunculkan Ide

Satu hal mendasar yang tidak bisa kamu lepaskan dari aktivitas menulis ialah membaca. Selain bisa menambah wawasan, membaca juga berfungsi sebagai bahan bakar dalam aktivitas kepenulisan. Sebab membaca bisa memacu kamu untuk selalu berpikir kritis, dan berpandangan secara luas.

Dalam konteks ini, membaca tidak hanya perihal membaca buku. Melainkan membaca apapun, bisa membaca berita, tulisan di koran, membaca keadaan lingkungan sekitar dan lain sebagainya.

Aktivitas membaca menuntut kita melatih kepekaan diri. Misalnya saat membaca buku, atau tulisan seseorang, kita boleh kok tidak selalu setuju dengan apa yang mereka tuliskan. Mungkin karena argumen yang terbangun pada tulisannya kurang kuat atau masih ada sisi-sisi tulisan yang memerlukan telaah ulang.

Selanjutnya, dalam hal membaca (mengamati) keadaan lingkungan sekitar. Apa sih problem yang sedang masyarakat hadapi, langkah apa yang seharusnya bisa kita ambil untuk menyelesaikan problem tersebut.

Hingga kemudian, dengan membaca dan melatih kepekaan adalah modal untuk mendapatkan ide tulisan. Dan ide tersebut bisa kita kembangkan menjadi sebuah tulisan yang utuh.

2. Membuat Kerangka Tulisan

Setelah membaca dan mendapatkan ide, langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan yaitu membuat kerangka tulisan. Saya akan mencontohkan cara membuat kerangka tulisan, untuk jenis tulisan opini.

Contohnya ide tulisanmu perihal, problem banyaknya sampah di Desa A.

Kamu bisa membuat kerangka tulisan seperti ini :

– Penyebab sampah di desa menumpuk: kesadaran masyarakat yang masih rendah, peran pemerintah desa yang minim dll.
– Apa dampak dari banyaknya sampah tersebut: bau tidak sedap, lingkungan desa kotor dan tercemar.
– Solusi yang kamu tawarkan beserta argumen: membuat jadwal bersih-bersih desa, pelatihan kerajinan tangan dari sampah, sinergi masyarakat dan pemerintah desa untuk selesaikan problem sampah.

BACA JUGA  Dinamika Penulisan Puisi di Media Siber

Kemudian setelah membuat kerangka tulisan, selanjutnya adalah mencari data sebagai pendukung dari tulisanmu nanti.

3. Mulai Menulis Tanpa Edit

Setelah bahan atau data sudah terkumpul, mulailah menulis sesuai apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu ketahui dengan dukungan data yang telah kamu punya.

Dalam proses menulis, hindari untuk secara bersama menulis sekaligus mengedit. Sebab saat kamu menulis sekaligus mengedit, akan menghambat proses penuangan kata, ide yang ada di pikiranmu.

Jadi menulis saja dulu hingga selesai. Setelah itu baru masuk proses edit.

4. Proses Edit

Setelah kamu memuntahkan apa yang kamu pikirkan dalam bentuk tulisan, selanjutnya masuk proses edit, yaitu memperbaiki tulisanmu. Mulai dari perbaikan diksi, kata, kalimat hingga perbaikan kerangka berpikir membangun argumen pada sebuah tulisan.

Saat kamu merasa proses edit yang kamu lakukan sudah cukup dan merasa layak untuk diterbitkan, maka kamu harus sabar dulu. Langkah selanjutnya yaitu coba tangguhkan dan simpan dulu tulisanmu itu, selama tiga sampai tujuh hari. Kemudian bacalah kembali, jika dirasa ada yang perlu diperbaiki, maka perbaikilah.

5. Sajikan ke Pembaca dan Siap Menerima Kritik-Saran

Setelah tulisan yang kamu buat selesai edit, dan siap untuk disajikan kepada pembaca, sajikanlah. Ya, minimal di sosial media pribadimu.

Nah, saat temanmu mengkritik tulisanmu, dan orang lain juga mengkritiknya, maka tidak usah berkecil hati. Namun jadikan itu semua sebagai masukan untuk menulis yang lebih baik lagi.

Begitulah proses menulis, ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Menulis itu layaknya memasak, ada tujuan mau masak apa, kemudian menyiapkan bahan, meracik bumbu, hingga berlanjut untuk memulai masak, setelah masakan matang bisa kita sajikan.

Perihal rasa enak atau tidaknya itu penilaian dari orang yang memakannya. Kemudian muncul masukan demi masukan, masakan yang kita buat kurang manis, kurang asin atau kurang apa, itu menjadi tugas kita untuk memperbaikinya pada masakan selanjutnya.

Itulah, lima tahapan yang harus kamu lakukan sebagai seorang penulis pemula. Sudah sipakah kamu menjadi penulis produktif?

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru