28.8 C
Jakarta

Mengalami Writer’s Block? Kenali Ciri-ciri dan Tips Mengatasinya!

Artikel Trending

KhazanahLiterasiMengalami Writer’s Block? Kenali Ciri-ciri dan Tips Mengatasinya!
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Bagi seseorang yang memilih untuk terjun di dunia kepenulisan, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah writer’s block. Ia adalah kondisi di mana penulis mengalami kebuntuan serta kehilangan mood untuk melanjutkan tulisan yang dia miliki.

Tak jarang penulis merasa bingung dan stres karena tidak mampu menyelesaikan karya tulisnya. Alhasil, banyak penulis yang memilih untuk berhenti dari profesi menulis yang digeluti. Bahkan sebagian orang merasa mereka tidak mempunyai ide yang cocok dengan karyanya tersebut.

Apakah kamu pernah mengalami writer’s block atau sedang mengalami writer’s block? Yuk, kenali ciri-ciri dan bagaimana cara mengatasinya!

Pengertian Writer’s Block

Writer’s block adalah kondisi di mana seorang penulis yang biasanya terampil dalam menulis, mendadak secara tiba-tiba merasa tidak mampu melanjutkan karya tulisnya. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik penulis pemula atau penulis profesional sekalipun. Bahkan bagi para penulis yang bekerja di dunia kepenulisan, seperti copywriting, content writer, jurnalistik, scripwriter, penulis novel, sastrawan, dan lainnya.

Istilah writer’s block sudah muncul sejak tahun 1940-an yang dipopulerkan oleh seorang ahli psikoanalisis di Amerika, Edmund Begler. Jadi, ini bukanlah fenomena yang baru saja terjadi.

Kondisi ini biasanya membuat penulis merasa frustrasi mengenai apa yang terjadi dengan dirinya dan merasa tidak mempunyai ide ataupun inspirasi yang cocok. Akan tetapi penulis yang mengalami hal ini bukanlah sebuah kesalahan. Kondisi ini sangat wajar dirasakan bagi penulis dan bukan hanya kamu saja yang mengalaminya. Banyak penulis yang bisa melewati fase ini dan kamu juga pasti bisa. Jadi, jangan berhenti untuk menulis ya!

Ciri-ciri Writer’s Block

Apa saja sih ciri-ciri seseorang yang mengalami writer’s block? Apakah salah satunya terjadi di kamu? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Kehilangan Inspirasi

Ini merupakan ciri umum yang paling sering dialami ketika seseorang berada di fase writer’s block. Jika biasanya menulis adalah hobi tersendiri yang bersifat menyenangkan, sewaktu-waktu bisa menjadi kegiatan yang sangat membosankan. Hal ini dikarenakan penulis merasa kehabisan ide untuk menulis.

Selain itu, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu dari hilangnya inspirasi atau ide untuk menulis, misalnya mencoba untuk mengubah gaya tulisan, hilangnya rasa semangat dalam menulis sehingga tidak ada keinginan untuk melanjutkan tulisannya, malas mencari referensi/informasi baru, merasa puas dan sombong dengan pencapaian yang diraih, serta kurang memperhatikan apa yang terjadi dengan lingkungan di sekitarnya yang bisa dijadikan sebagai ide tulisan.

Kesulitan untuk Fokus

Kehilangan arah untuk lebih fokus merupakan sebuah tanda bahwa kamu sedang mengalami writer’s block. Hal ini terbukti karena jika kamu biasanya bisa duduk berjam-jam ketika menulis sesuatu, writer’s block membuatmu tidak mampu melanjutkan atau menyelesaikan karya tulismu.

Kondisi ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor, misalnya meremehkan proses menulis, terlalu mengejar kesempurnaan dalam tulisan, memiliki kerangka tulisan yang tidak jelas, dan tidak memiliki komitmen yang kuat ketika menulis.

Mengalami Brain Fog (Kelelahan Otak)

Ciri ini biasanya muncul ketika proses menulis yang dijalankan menjadi tidak menyenangkan, misalnya menulis karena di bawah tekanan/tuntutan pekerjaan, target dan deadline klien yang menumpuk, suasana yang monoton dan membosankan, atau terlalu memaksakan diri sehingga otak cenderung menjadi mudah lelah.

Keadaan ini juga membuatmu tidak mampu berpikir jenih dan berkonsentrasi dalam menulis, sehingga menghambat kinerja otak dalam berpikir kreatif. Akibatnya, kamu sulit dalam menyelesaikan karya tulismu karena tidak mampu membuat alur cerita yang sudah kamu pikirkan sebelumnya.

Depresi atau Stres Terus Menerus

Ini merupakan puncak dari kondisi writer’s block. Hal ini umumnya terjadi karena munculnya perasaan pesimis terhadap tulisan sendiri, merasa gagal sebelum mencoba melanjutkan karya tulis, semangat menulis yang semakin menurun, dan juga kehilangan passion atau minat dalam menulis. Kondisi ini pula yang akan membuat penulis merasa stress terus menerus sehingga writer’s block yang dirasakan menjadi susah untuk disembuhkan.

Tips Mengatasi Writer’s Block

Bagi kamu yang sedang di fase ini, jangan khawatir. Yuk, intip beberapa tips yang bisa kamu praktikkan untuk mengurangi atau mengatasi writer’s block:

Lakukan Freewriting

Freewriting atau menulis bebas merupakan tips pertama yang bisa kamu jadikan senjata ampuh demi mengurangi writer’s block. Menulis bebas di sini berarti kamu boleh menuliskan apa pun itu yang ada di pikiranmu, tanpa memperhatikan aturan-aturan penulis yang ada. Kamu bebas menuliskan apa saja, baik itu tentang perasaanmu, hari-hari yang melelahkan, ataupun sesuatu yang terjadi dalam hidupmu. Cobalah atur waktu lima menit dan mulai menulis tanpa henti.

BACA JUGA  Ngaji Literasi Digital: Melejitkan Traffic dengan Personalisasi Konten Artikel

Teknik ini dapat memancing kreativitas atau imajinasi dalam diri, sehingga memunculkan banyak ide baru. Jika kamu melakukan freewriting secara rutin, maka secara tidak langsung otak kamu akan terbiasa dengan hal tersebut dan membuat kamu mendapatkan inspirasi-inspirasi yang bisa kamu gunakan untuk karya tulismu.

Membaca Buku

Tips selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah membaca buku. Membaca buku dapat membuat kamu menciptakan ide-ide baru yang lebih menarik untuk karya tulismu. Bukan hanya itu, dengan membaca buku wawasan kamu akan menjadi lebih luas dan kamu bisa belajar lebih banyak lagi tentang tata cara penulisan yang lebih baik.

Dengan membaca buku, otak kamu akan menjadi lebih fresh dan hal ini sangat membantu kinerja otak kamu dalam menemukan ide yang inspiratif. Tidak harus membaca buku yang topiknya berat tetapi kamu boleh mencoba buku yang sifatnya menghibur, misalnya komik, novel, buku cerita, berita, majalah, atau jenis buku lainnya yang kamu suka.  

Mencari Suasana Baru

Ternyata suasana di sekitar kita memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan menulis. Ketika kamu merasa bosan dengan suasana di sekitarmu, maka mood untuk menulis pun hilang seketika. Suasana yang monoton dan membosankan cenderung membuat seseorang merasa kehilangan motivasi sehingga malas untuk melanjutkan tulisannya.

Maka, solusi yang bisa kamu lakukan adalah coba cari suasana baru yang membuatmu kembali bersemangat dalam menulis. Kamu bisa mendapatkannya dengan pergi keluar, seperti pergi ke perpustakaan, taman, kafe, atau tempat-tempat lain yang membuatmu merasa nyaman. Jika memang tidak memungkinkan untuk pergi keluar, kamu bisa mengubah ruang kerja atau posisi tatanan meja yang biasa kamu gunakan ketika menulis seakan-akan kamu sedang berada di ruangan yang baru.

Buatlah Outline

Membuat outline atau rencana penulisan akan membantu dirimu yang sedang bingung mau menulis apa. Outline merupakan kerangka tulisan yang secara garis besar memuat tentang rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, jelas, dan terarah.

Hal yang harus dilakukan ketika membuat outline adalah coba buat draft yang berisikan tentang ide-ide yang akan kamu bawa dalam karya tulismu, dan susun secara terstruktur rangkaian penulisan tersebut. Baik itu dari tema penulisan, alur cerita, sub materi, maupun plot akhir dalam cerita.

Dengan melakukan outline, fokus dari tulisanmu menjadi lebih terarah. Sehingga kamu bisa melakukan langkah selanjutnya yaitu mencari materi-materi yang mendukung tulisan yang akan kamu buat. Cara ini sangatlah efektif untuk dilakukan demi memudahkan kamu yang kesulitan dalam menyusun ide-ide yang kerap kali berseliweran di kepalamu.

Cobalah Beristirahat Sejenak

Tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak. Luangkan waktu sekitar 1-2 jam untuk menstimulasi otakmu sebelum kembali bekerja, kamu boleh tidur atau melakukan kegiatan apa saja yang kamu sukai tanpa mengingat karya tulismu, misalnya jalan-jalan menghirup udara segar, main game, buka media sosial, atau kegiatan menyenangkan lainnya.

Hal ini dilakukan agar kamu tidak mengalami kebingungan ketika ingin melanjutkan tulisanmu dan hasil tulisanmu akan tampak maksimal. Jadi, kamu perlu beristirahat demi menghindari kemungkinan-kemungkinan yang dapat memperburuk hasil karyamu.

Itulah serba-serbi tentang writer’s block. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, sampai bagaimana cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang sedang mengalami fase ini. Jangan khawatir, hal ini wajar saja terjadi kok, semua akan berlalu dan teruslah menulis ya! Semangat!

Farisa Faradiba
Farisa Faradiba
Kerap dipanggil Diba oleh teman dan keluarganya. Mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Untuk mengisi waktu luang, Diba menggeluti copywriting dan content writer.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru