27.5 C
Jakarta

Jalan Licik HTI Harus Segera Dilenyapkan di Bumi Indonesia

Artikel Trending

Milenial IslamJalan Licik HTI Harus Segera Dilenyapkan di Bumi Indonesia
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Mengapa HTI masih bisa melakukan agenda-agenda besar mereka meski telah dibubarkan oleh pemerintah Indonesia? Ini pertanyaan penting untuk dijawab.

Sekadar untuk diketahui, organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar sebuah acara bertajuk “Metamorfoshow: It’s Time to be One Ummah”, di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 17 Februari lalu.

Dua Alasan Mentah

Acara tersebut dihadiri oleh pentolan eks HTI seperti Ismail Yusanto selaku eks-Jubir HTI, Aab El Karimi selaku konten kreator HTI, Ihsan Akbar yang merupakan influencer Gen Z HTI, hingga Akhmad Adiasta yang merupakan narrator, producer dokusinema Sejarah Islam: Jejak Khilafah di Nusantara.

Kedua, HTI ini telah dibubarkan pada tahun 2017 lalu. Alasan HTI dibubarkan karena dianggap bertentangan dengan konsensus dasar bangsa Indonesia itu yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tapi faktanya, meski telah dibubarkan mereka masih bisa membuat acara di mana-mana. Bahkan mereka selalu bisa menggendong proyek-proyek dari pemerintah, seperti penyaluran Al-Qur’an dan pengajian di lapas.

Tutup Mata

Dalam hal ini apakah pemerintah tidak mengetahui? Di sini masalahnya. Anggap saja pemerintah tidak tahu. Tapi bagaimana dengan perjalanan proyek tersebut. Memang eks HTI selalu bisa membuat wajah baru dalam tampilan hidupnya.

Mereka bisa berubah-ubah dalam memberikan biodata diri pribadinya. Misalnya sebelumnya mereka dengan sangat lantang mengaku aktivis HTI, kini dia berubah menjadi cendekiawan muslim, dan lain sebagainya. Mereka juga bisa merangkai acara-acara yang jauh dari unsur HTI. Tapi sebenarnya mereka sekadar ingin melakukan kampanye ajaran HTI, rekrutmen, kemudian indoktrinasi.

Tapi fakta di lapangan, mereka tetap menjalankan aktivitas HTI-nya. Contoh saja yang terjadi beberapa hari lalu: Metamorfoshow. Pada acara tersebut, pihak eks HTI secara licik mengaku hanya akan menggelar kegiatan peringatan Isra Mi’raj 1445 H.

BACA JUGA  Remoderasi Pendidikan di Indonesia

Bahkan kepada pihak Kepala Seksi Humas TMII, mereka mengaku cuma ingin mengadakan peringatan Isra Mi’raj 1445 H, yang dalam hal ini jauh dari unsur HTI. Termasuk juga surat yang dilayangkan kepada pihak kepolisian. Akhirnya, pihak TMII dan Kapolsek Cipayung pada tanggal 09 Februari 2024, juga memberikan izin.

Jalan Licik HTI

Kita bisa mengerti mengapa dua pihak tersebut memberi izin. Pasti jawabannya, terkait konten atau substansi acara merupakan tanggung jawab dari pihak penyelenggara. Apalagi di dalam acara berlangsung, tak ada atribut organisasi yang terpasang di sekitar lokasi acara tersebut.

Namun kita bisa tahu bahwa mungkin pihak TMII dan kepolisian belum tahu atau tutup mata. Tapi yang pasti dalam sebuah acara sudah pasti terpasang nama-nama, seperti pembicara, moderator, dan panitia. Nah, apakah dua pihak tersebut tutup mata kepada eks-Jubir HTI, Ismail Yusanto ini.

Ingat, sebagian pihak sudah terlalu lama bermain-main dalam agenda HTI. Banyak pihak juga mulai pintar memberi jawaban kepada pers dan masyarakat. Tapi harus diingat bahwa HTI memang punya jurus jitu untuk mengelabuhi masyarakat banyak. HTI juga pintar dan bermain licik untuk tetap mengedarkan pemahaman HTI.

Jalan licik ini akan terus dilakukan oleh HTI. Jika tempat-tempat seperti TMII bahkan kepolisian bisa lolos mereka kelabuhi, sudah pasti mereka semakin leluasa menjalankan aktivitasnya.

Ini kabar mengerikan. Oleh sebab itu, masyarakat, kepolisian, dan pemerintah harus belajar bahwa HTI adalah kelompok yang membahayakan bagi negara dan bangsa Indonesia. Kendati itu sudah sebaiknya kelompok ini tidak diberi tempat di Indonesia.

Agus Wedi
Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru