27.8 C
Jakarta

Hukum Melamar Perempuan yang Telah Dilamar Laki Laki Lain

Artikel Trending

Asas-asas IslamFikih IslamHukum Melamar Perempuan yang Telah Dilamar Laki Laki Lain
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. – Sebut saja namanya Udin, seorang santri yang kisah cintanya kandas lantaran sang pujaan hati telah dilamar oleh laki laki lain. Sebenarnya si Udin telah siap untuk melamar sang pujaan hatinya sejak lama, sayangnya Udin terlambat, sang pujaan hati telah lebih dulu dilamar oleh laki laki lain.

Namun sabagai lelaki yang tak kenal putus asa, si Udin nekat untuk tetap melamar sang pujaan hatinya kendatipun telah ada lelaki yang lebih dulu meminangnya.

Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap sikap Udin yang bersikeras untuk tetap melamar sang pujaan hati? Apa hukum melamar perempuan yang telah dilamar laki laki lain?

Dalam literatur fikih khitbah (lamaran) merupakan salah satu hal yang sunnah dilakukan sebelum melangsungkan pernikahan. Setidaknya hal ini bertujuan agar sepasang kekasih ini dapat mengenal satu sama lain. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam kitabnya Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu juz 9 halaman 6492 beliau menjelaskan:

الخطبة كغيرها من مقدمات الزواج طريق لتعرُّف كل من الخاطبين على الآخر، إذ أنها السبيل إلى دراسة أخلاق الطرفين وطبائعهما وميولهما، ولكن بالقدر المسموح به شرعاً

Artinya: “Khitbah (lamaran) sama seperti muqaddimah pernikahan, ia adalah jalan untuk saling mengenal antara dua mempelai, karena khitbah dapat menjadi jalan untuk saling mengenal watak, karakter kedua mempelai senyampang hal itu mendapat persetujuan syariat”.

BACA JUGA  Menyentuh dan Membawa Al-Qur’an Terjemah Tanpa Wudhu Bolehkah?

Kemudian berkaiatan dengan hukum melamar perempuan yang telah dilamar oleh laki laki lain Syaikh Abdul Aziz Al Malibari dalam kitabnya Fathul Muin halaman 311 beliau menjelaskan:

ويحرم على عالم بخطبةالغير والاجابة له خطبة على خطبة من جازت خطبته وإن كرهت – وقد صرح لفظا بإجابته إلا بإذنه له من غير خوف ولا حياء، أو بإعراضه: كأن طال الزمن بعد إجابته، ومنه سفره البعيد

Artinya: “Haram hukumnya melamar bagi orang yang tahu bahwa perempuan yang ia lamar telah dilamar oleh laki laki lain dan lamaran tersebut telah diterima, kecuali dengan seizin pelamar pertama dengan tanpa adanya malu dan takut atau berpalingnya (tidak melangsungkan lamarannya) pelamar pertama dengan indikasi lamanya waktu melangsungkan nikah setelah diterimanya lamaran atau bepergian jauh.”

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa hukum melamar perempuan yang telah dilamar laki laki lain adalah haram kecuali dengan syarat-syarat berikut

  1. Mendapat izin dari pelamar pertama;
  2. Persetujuan izin dari pihak pelamar pertama bukan berangkat dari rasa takut, sungkan atau malu

Demikian penjelasan tentang hukum melamar perempuan yang telah dilamar laki laki lain, semoga bermanfaat. Wallahu alam bissawab.

Oleh Ahmad Yaafi

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru