27.8 C
Jakarta

BNPT Ingatkan Mahasiswa Waspadai Penyebaran Ideologi Kekerasan di Kampus

Artikel Trending

AkhbarNasionalBNPT Ingatkan Mahasiswa Waspadai Penyebaran Ideologi Kekerasan di Kampus
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai penyebaran ideologi kekerasan yang tercatat sering dilakukan di lembaga pendidikan, seperti kampus.

“Institusi pendidikan sering disalahgunakan dalam penyebaran ideologi kekerasan, baik melalui oknum maupun kegiatan ekstrakurikuler yang tak terpantau. Untuk itu, penting bagi para mahasiswa untuk selalu waspada,” kata Pelaksana Harian Kepala BNPT RI Irjen. Polisi Ibnu Suhaendra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/12).

Ibnu menjelaskan bahwa BNPT telah bekerja sama dengan beragam pihak untuk mencegah dan menangani permasalahan tersebut. BNPT bekerja sama dengan kementerian/lembaga serta organisasi lainnya.

“BNPTterus berupaya bekerja sama dengan aparat penegak hukum, kementerian dan lembaga, mitra asing, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas masyarakat dalam pencegahan dan penanganan, khususnya yang berkaitan dengan institusi pendidikan tadi,” ujar Ibnu.

Plh. Kepala BNPTmenyampaikan itu dalam kegiatan Kunjungan Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana Departemen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia di Kantor Pusat BNPT RI Sentul, Jawa Barat, Jumat.

Sebanyak 70 orang mahasiswa menjadi peserta dalam kegiatan itu. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Lapas Khusus Terorisme dan Balai Latihan Kerja Narapidana Terorisme.

BACA JUGA  Tim Puslitbang Polri Kaji Peran Polri dalam Menanggulangi Intoleransi dan Radikalisme

Guru Besar Departemen Kriminologi UI Prof. Adrianus Eliasta Sembiring Meliala menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan agar mahasiswa dapat membandingkan antara teori dan praktik penanggulangan terorisme secara langsung.

“Kunjungan ini dalam rangka perbandingan. Apa yang mereka dengar di kuliah dengan apa yang terjadi secara langsung di lapangan terkait penanggulangan terorisme,” ucapnya.

Sebelumnya, BNPT juga mengajak mahasiswa untuk kritis terhadap buku-buku bacaan yang kemungkinan disusupi oleh narasi paham radikal, salah satunya buku seri materi “Tauhid For the Greatest Happiness” karangan Abu Sulaiman Aman Abdurrahman.

Ibnu Suhaendra menuturkan bahwa dengan sikap kritis tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memiliki daya tangkal dan daya cegah terhadap radikalisme dan terorisme.

“Buku-buku ini meracuni pelajar dan mahasiswa untuk menjadi radikal dan menjadi teroris. Ini sebagai upaya kita untuk mengingatkan generasi muda supaya memiliki daya tangkal dan mencegah radikalisme dan terorisme di Tanah Air,” kata Ibnu dalam diskusi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (28/11).

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru