32.1 C
Jakarta

Hal Paling Penting Diperjuangkan daripada Ribut Soal Pilpres, Apa Itu?

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanHal Paling Penting Diperjuangkan daripada Ribut Soal Pilpres, Apa Itu?
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Ketuk palu Mahkamah Konstitusi (MK) dan memutuskan bahwa Prabowo-Gibran disahkan menjadi presiden dan wakil presiden, merupakan keputusan yang harus kita terima dengan lapang dada, suka atau tidak. Tidak perlu mempersoalkan kembali terkait disahkannya Prabowo-Gibran tersebut. Karena, ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekedar hiruk-pikuk Pilpres.

Hal yang paling penting dari sekadar Pilpres adalah: Pertama, menumbuhkan sikap relijius di tengah-tengah gempuran ateisme. Pentingnya kesadaran tentang relijusitas beriringan dengan pesan Sila Pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini jelas menekankan bahwa seluruh warga negara Indonesia harus beragama dan bertuhan.

Perintah beragama dan bertuhan ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Mereka harus menyadari bahwa mereka dijadikan dari sperma dan ovum. Dan, Tuhanlah satu-satunya Dzat yang Menciptakannya. Jadi, Pencipta jauh lebih kuasa dibandingkan yang diciptakan (makhluk).

Kesadaran dalam bertuhan menjadi solusi di kala manusia terpuruk. Banyak warga di luar negeri yang memilih bunuh diri karena mungkin mereka tidak bertuhan. Mereka putus asa sebab tidak ada jalan keluar dari masalah yang diembannya. Tapi, jika bertuhan, dipastikan mereka akan dibantu keluar dari masalah dan menemukan solusi yang baik.

Kedua, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Setelah bertuhan, hal yang paling penting diperhatikan adalah rasa kemanusiaan. Banyak orang melupakannya dan lebih mementingkan relijiusitas saja. Biasanya orang semacam ini merasa paling suci dan mengkafirkan orang lain yang tidak sepemikiran dan sekeyakinan. Ini cukup berbahaya.

BACA JUGA  Sudahkah Kelompok Radikal Memerangi Hawa Nafsunya sebelum Memerangi Sesamanya?

Pasalnya, banyak orang sok suci terjebak dalam eksklusivisme. Mereka terpapar radikalisme dan ujung-ujungnya melakukan aksi-aksi terorisme. Tragis! Maka, penting rasa kemanusiaan ditumbuhkan. Agar mereka tidak gampang merendahkan orang lain. Tapi, melihat orang lain sebagai saudaranya sendiri.

Ketiga, menegakkan persatuan di tengah perbedaan. Indonesia adalah negara dengan beragam agama. Ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu. Ragam agama ini tidak bakal berdamai jika tidak dibentengi dengan nilai-nilai persatuan. Persatuan jauh lebih penting daripada ribut soal perbedaan agama. Karena, perbedaan bukanlah sesuatu yang keliru. Perbedaan, kata sebagian ulama, adalah rahmat.

Maka, tidak perlu mempersoalkan perbedaan agama di tengah-tengah kita. Sejatinya, jika kita sadar, kita adalah makhluk yang lahir dari perbedaan, yaitu pertemuan antara bapak dan ibu yang bertemu. Bahkan, pertemuan perbedaan adalah seni keindahan. Menghindari perbedaan akan membuat hidup monoton dan tidak menarik.

Sebagai penutup, presiden dan wakil presiden terpilih diharapkan dapat membawa tiga hal tesebut: religiositas, kemanusiaan, dan persatuan. Tidak penting siapa presidennya. Sejatinya jabatan itu amanah. Yang terpenting dapat membawa amanah tersebut di Indonesia. Selamat Prabowo-Gibran sebagai Presiden-Wakil Presiden 2024-2029 di Indonesia![] Shallallahu ala Muhammad.

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru