31.9 C
Jakarta

Para Buruh adalah Khalifah fil Ardl

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanPara Buruh adalah Khalifah fil Ardl
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Bekerja dalam Islam tidak hanya sekadar menjalankan tugas-tugas dunia untuk mencari nafkah, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Al-Qur’an memberikan pedoman dan panduan yang jelas mengenai bagaimana cara menjalani kehidupan di dunia ini, termasuk dalam urusan bekerja.

Salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang relevan adalah dalam surah al-Baqarah ayat 195, yang berbunyi: “Dan belanjakanlah (hartamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kepada kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Ayat itu menguraikan bahwa bekerja untuk mencari nafkah adalah penting, tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak melalaikan kewajiban agama. Bekerja dengan baik juga dapat diartikan sebagai bekerja dengan penuh dedikasi, integritas, dan kejujuran, tanpa mengeksploitasi orang lain atau merugikan mereka.

Selain itu, Islam juga mengajarkan konsep ikhlas dalam bekerja, yang artinya bekerja dengan tulus dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Disebutkan dalam surah al-Kahf ayat 110: “Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini adalah manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa; maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” Jadi, kita dapat memahami bahwa penting untuk menjalani pekerjaan dengan tujuan yang benar, yaitu untuk meraih ridha Allah, bukan untuk kepentingan pribadi atau duniawi semata.

Islam juga mengajarkan pentingnya berusaha dan berusaha keras dalam bekerja. Disebutkan dalam surah an-Nahl ayat 97: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

BACA JUGA  Dari Nonis Berburu Takjil Hingga Jihad Melawan Radikalisme

Orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan beriman pada ayat tersebut akan diberi balasan yang baik oleh Allah SWT, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam pekerjaannya, karena hal tersebut merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Lebih dari itu, dalam Islam juga terdapat prinsip keadilan dalam bekerja. Allah SWT berfirman dalam surah an-Nisa’ ayat 58: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat baik kepada orang-orang yang berhubungan dengan kamu, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran.”

Kita dapat memahami ayat tersebut bahwa bekerja dengan adil dan berbuat baik kepada semua orang adalah tuntutan agama dalam Islam. Seorang Muslim harus menjalankan tugasnya dengan integritas dan kejujuran, serta menghindari segala bentuk penindasan atau ketidakadilan.

Dalam Islam, bekerja juga harus seimbang dengan ibadah kepada Allah SWT dan kewajiban terhadap keluarga serta masyarakat. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” Oleh karena itu, seorang Muslim harus memprioritaskan ibadah kepada Allah, tetapi juga tidak melalaikan kewajiban dunianya.

Sebagai penutup, bekerja dalam perspektif Islam bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Seorang Muslim harus menjalani pekerjaannya dengan integritas, kejujuran, dan dedikasi, serta mengharapkan ridha Allah dalam setiap langkahnya. Bekerja dengan ikhlas, berusaha keras, adil, dan seimbang antara dunia dan akhirat adalah prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh oleh setiap Muslim dalam menjalani kehidupannya. Pada hari buruh sekarang, saya ucapkan, “Selamat bagi para pekerja/buruh! Kau adalah khalifah fil ardl.” [] Shallallahu ala Muhammad.

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru