32.1 C
Jakarta

Pesan Orang di Kampung Bagi Pemudik, Apa Itu?

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanPesan Orang di Kampung Bagi Pemudik, Apa Itu?
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Setelah mudik pada Lebaran kemarin, sekarang pemudik balik ke kota masing-masing. Ada yang balik ke Jakarta. Ada yang balik ke Bandung. Dan seterusnya. Kembalinya mereka ke kota masing-masing tentu membawa cerita yang berbeda. Dan, dari cerita itu menarik dihidangkan pada tulisan ini.

Cerita menarik tersebut pasti melibatkan orang tua pemudik, kerabat, teman, dan masyarakat sekitar. Mereka pasti menitipkan pesan bagi pemudik untuk kebaikan bersama. Pertama, mereka berpesan bahwa kota menjadi kehidupan yang jauh lebih subur dibandingkan di kampung. Mereka berharap, perjuangan pemudik bakal juga dirasakan oleh mereka yang tinggal di kampung.

Mereka yang tinggal di kampung mengharap bagaimana ekonomi berkembang. Tentu, pemudik harus memberi akses agar ekonomi dapat berjalan merata di kampung. Lapangan kerja terus dibuka seluas mungkin di kampung. Sehingga, mereka tidak jadi pengangguran. Mereka memiliki pekerjaan yang dapat mencukupi keluarganya.

Membantu kestabilan ekonomi orang yang tinggal di kampung adalah bagian dari jihad fi sabilillah. Jihad ini telah menghidupkan banyak orang. Mereka juga diberi solusi bukan dieksploitasi. Mereka didatangi bukan saat butuh, tapi datang karena panggilan nurani.

Kedua, orang di kampung berharap, perjuangan pemudik dapat membantu dalam pengembangan pendidikan di sana. Kampung meski terpencil tetap memiliki ghirah belajar yang baik. Orang kampung bermimpi besar, kelak mereka menjadi orang sukses.

BACA JUGA  Kerancuan Ijtihad Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang Radikal

Merawat pendidikan menjadi penting. Sebab, pendidikan adalah dasar kehidupan. Siapa saja yang dibesarkan dalam pendidikan yang baik akan sangat mungkin menggapai kesuksesan di masa tua. Sebaliknya, siapa saja yang dibesarkan dalam pendidikan yang lemah atau tidak sama sekali, dikhawatirkan gagal di masa tua.

Perhatian terhadap pendidikan tidak bakal berjalan maksimal tanpa bantuan dari pemudik. Pemudik memiliki akses ke pemerintah pusat untuk melirik pendidikan di desa. Pemerintah diajak sadar bahwa pendidikan di desa punya potensi yang bisa diharapkan.

Ketiga, orang kampung berharap, pemudik tidak terjebak dalam jaringan terorisme. Biasanya orang di kampung menekankan bahwa pemudik lebih berhati-hati terhadap paham yang menyesatkan. Biasanya paham ini gampang mengkafirkan orang lain dan melakukan aksi-aksi terorisme.

Aksi-aksi terorisme apa pun alasannya tetap tidak dapat dibenarkan, mulai agama hingga negara. Pelakunya akan distigma sebagai narapidana. Maka, lebih baik berhati-hati dari terorisme. Agar selamat, belajarlah agama yang benar dan berguru yang benar juga.

Sebagai penutup, mudik sudah usai dan waktunya kembali ke kota masing-masing. Pesan-pesan orang di kampung harus diingat. Agar itu semua jadi pemicu kesuksesan dan pencegah dari jaringan terorisme.[] Shallallahu ala Muhammad.

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru