27.8 C
Jakarta

Bom Misa Filipina, Apakah Berdampak Bagi Indonesia?

Artikel Trending

Milenial IslamBom Misa Filipina, Apakah Berdampak Bagi Indonesia?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Kekhawatiran tentang bengisnya terorisme di Asia kembali meninggi. Ini akibat dari fenomena yang terjadi di Filipina. Hari ini Filipina menjadi pusat terorisme paling kejam, yakni ISIS.

ISIS mungkin di negara-negara lain dikabarkan mati. Tapi tidak di Filipina. Percobaan pengembilalihan negara Filipina selalu dikerjakan oleh ISIS. Bahkan kabarnya, beberap pulau kini sudah mereka kuasai.

Pengeboman Misa

Terakhir, kelompok ISIS mengebom warga Filipina saat melakukan misa Katolik, di sebuah gymnasium universitas di Marawi. Dalam aksi pengeboman ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 50 orang. Dan ISIS pasang badan atas aksi tersebut.

Ternyata, aksi ini bukanlah yang pertama dilakukan ISIS di Marawi. Kota itu sudah kerap menjadi saksi agresi mematikan ISIS sejak tahun 2017. Kota selatan Filipina ini memang menjadi tujuan ISIS dan sudah dikepung oleh militan ISIS.

Di kota Marawi ini ISIS memang seperti memiliki kekuatan yang besar. Kelompok ISIS cukup berpengaruh dan selalu aksinya menemukan keberhasilan bahkan minim tindakan dari pemerintah, yang bisa memukul mundur para kombatan ISIS di sana.

Ledakan bom di Marawi bisa dijadikan sebagai awal dari aksi balas dendam yang dilakukan oleh militan pro-ISIS, terhadap aksi militer Filipina yang membunuh 11 militan ISIS.

Balas Dendam

Namun ada bagian lain yang menjadikan ISIS keji dan melakukan aksi, yaitu balas dendam terhadap serangan Israel yang menghantam kamp pengungsi dan kota-kota tempat warga Gaza. Sebelum warga Gaza dievakuasi, mereka telah diserang Israel.

BACA JUGA  Ketika Ulama dan Intelektual Membebek Pada Penguasa

Atas aksi ini, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan dari 15.523 orang yang tewas di Gaza selama hampir dua bulan, 70 persen di antaranya perempuan dan anak-anak. Kejadian ini yang kemudian dijadikan alasan untuk melakukan penyerangan terhadap orang-orang yang tidak bersalah oleh ISIS.

Bagi ISIS, yang penting balas dendam. Dan yang menjadi tujuan aslinya ISIS adalah namanya bisa dikenang dan selalu dibicarakan oleh dunia. Nama ISIS bisa menjadi teror terhadap masyarakat kecil, di mana secara kekuatan sangat terbatas dan rentan.

Apakah Akan Terjadi di Indonesia?

Ini tidak hanya berlaku di Filipina. Namun bisa saja akan terjadi di Indonesia. Oleh sebab itu, pengamanan Indonesia harus siap. Sebab, ketika melihat aksi bom di Filipina terjadi, ternyata banyak warga Indonesia yang mengapresiasi. Bagi orang/kelompok ini, ISIS sudah melalukan hal yang baik dan tepat sasaran karena telah membunuh orang kafir.

Ini perlu diantisipasi segara. Berkaca dari Filipina, ISIS memilih keramaian untuk dijadikan sebagai lahan teror. Kendati Indonesia akan menyelenggarakan Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, dan sebantar lagi akan melangsungkan Pemilihan Umum 2024, sudah pasti menjadi incaran para teroris.

Apalagi, ditambah dengan persoalan ideologi teroris bahwa rentetan acara di atas dianggap bertentangan dengan Islam dan pemahaman mereka. Sekali lagi, sudah saatnya keamanan Indonesia lebih diperketat lagi, ketimbang memperketat rakyat atau sekadar bekerja memasang baliho para capres-caleg.

Agus Wedi
Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru