27.9 C
Jakarta

UI Lantik 100 Pelajar Penggiat Pancasila

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Harakatuna.com. Depok-Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerakan Moral Sadar Demokrasi dan Kewarganegaraan (Geradasi Warna), dengan dukungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan berkolaborasi dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAAI), meresmikan Sekolah Bhinneka Warna Kita sekaligus melantik 100 pelajar SMA/Sederajat yang berasal dari 34 provinsi sebagai Pelajar Penggiat Pancasila.

Pelantikan dan peresmian Pelajar Penggiat Pancasila dilakukan oleh Kepala BPIP Prof. KH. Yudian Wahyudi, pada acara Penyematan Pin Pelajar Penggiat Pancasila dalam memperingati Sumpah Pemuda, Selasa (27/10).

Para mahasiswa UI dan pengurus UKM Geradasi Warna UI akan terlibat menjadi mentor bagi para Pelajar Penggiat Pancasila di dalam Sekolah Bhinneka Warna Kita. Para mahasiswa UI terdiri dari 14 mentor dari UI dan 15 orang pengurus UKM Geradasi Warna UI.

Untuk dapat menjadi Pelajar Penggiat Pancasila, para peserta harus terlebih dahulu mengikuti rangkaian kegiatan dan pengajaran oleh para tutor dan tim kurikulum antara lain: Moderasi Beragama dan Pancasila; Belajar Politik Demokrasi dan Kewarganegaraan;  Demokrasi Digital; Dinamika Pancasila dari Masa Ke Masa; Multikulturalisme Indonesia dan Wawasan Kebangsaaan; dan Kontribusi Indonesia terhadap Perdamaian Dunia.

Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Prof. Dr. Abdul Haris, menyampaikan bahwa pembentukan Sekolah Bhinneka Warna Kita memiliki tujuan jangka panjang untuk melahirkan para Pelajar Penggiat Pancasila yang memiliki tugas mengkampanyekan isu kebangsaan, menumbuhkan dan memperkuat spirit nasionalisme, Pancasila, Gerakan Cinta Indonesia, dan toleransi dan moderasi beragama.

“Untuk mewujudkan tujuan jangka panjang tersebut dibutuhkan model pendekatan program yang menguatkan 6 kompetensi yaitu wawasan kebangsaan, moderasi beragama, penguatan wacana dan narasi di ruang publik, peace community development, pengembangan kreativitas dan influencer, sebagai luaran yang ingin dicapai,” kata Prof. Haris.

Kepala BPIP, Prof. KH. Yudian menyambut baik kerja sama para pihak dalam rangka pembinaan Ideologi Pancasila melalui Sekolah Bhinneka Warna Kita. “Hal ini sesuai dengan tugas BPIP yang antara lain melakukan koordinasi dan sinkronisasi secara menyeluruh dalam pembinaan ideologi Pancasila,” ujar Prof. KH. Yudian.

Prof. KH. Yudian berharap melalui sekolah Bhinneka Warna Kita ini akan melahirkan Pelajar Penggiat Pancasila yang menguatkan isu kebangsaan, nasionalisme, Pancasila, hingga community development. “Ini salah satu contoh mempertahankan (kemerdekaan Indonesia), yang nantinya diharapkan dari sini lahir generasi yang mampu mengembangkan kemerdekaan dan Indonesia emas. Merekalah kelak yang akan menjadi pemain utama meningkatkan prestasi 100 tahun Indonesia Merdeka, yang sebelumnya telah diberikan oleh para pemuda di era perjuangan kemerdekaan,” ujar Prof. KH. Yudian.

Lebih lanjut, Ketua AGPAAI Dr. Marbawi mengharapkan agar kegiatan Sekolah Bhinneka Warna dapat menjadi bagian penting rekayasa sosial untuk menanamkan nilai Pancasila di kalangan pelajar. “Kita harapkan alumni sekolah ini dapat menjadi Pelajar Penggiat Pancasila yang mampu membangun wacana di berbagai media atau platform, baik online maupun offline, untuk menggambarkan dan  menginterpretasikan nilai Pancasila,” kata Marbawi.

“Semangat pemuda Indonesia juga ditunjukkan pada berbagai capaian prestasi dunia yang ditorehkan mahasiswa UI. Sebut saja juara pertama dalam Virtual Case Competition Asia Pacific Rim University (APRU) Global Health Conference 2020 yang diraih oleh enam mahasiswa UI dengan mengusung rancangan aplikasi Go-Elderly. Kemudian, mahasiswa Program Pendidikan Vokasi UI Jeihan El Bianca yang meraih posisi runner-up dalam kompetisi lomba membaca puisi dalam Bahasa Rusia yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Ini merupakan implementasi merdeka belajar, sekaligus pembuktian bahwa pemuda Indonesia mampu bersaing secara global,” ujar Prof. Haris.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...