27.6 C
Jakarta

Terorisme Telah Meluas Hampir di Seluruh Willayah Banten

Artikel Trending

AkhbarDaerahTerorisme Telah Meluas Hampir di Seluruh Willayah Banten
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Banten – Dua peristiwa besar ditandai dengan aksi peledakan bom bunuh diri pasangan suami istri berinisial L dan YFS di depan gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada minggu (28/3) lalu, dan disusul aksi terorisme seorang perempuan di Mabes Polri, Jakarta pada  Rabu (31/3) kemarin terus menuai sorotan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tajuddin menilai serangan teroris di Mabes Polri yang menyeret identitias perempuan bukti nyata bahwa kelompok radikal terosisme bukan rekayasa dan khayalan kini telah menyasar semua kelompok termasuk usia muda atau milenial.

“Pelaku serangan teroris itu telah teridentifikasi perempuan kelahiran tahun 1995. Masuk generasi milenial telah terpapar radikal terorisme, diduga jaringan jihadis nusantara yang berafiliasi kepasa kelompok pejuang khilafah,” kata pria yang akrab siapa Amas saat dikonfirmasi, Kamis (1/4).

Amas mengatakan, kelompok yang memiliki faham serta gerakan radikal mengarah kepada tindakan terorisme. Kini kelompok ini telah tumbuh dan meluas hampir di seluruh daerah di Banten.

“Para pengasong khilafah berafiliasi ke ISIS berasal dari organisasi terlarang maupun individual. Sudah tersebar meluas dan sangat memprihantikan. Termasuk generasi milenial terpapar intoleran radikal terorsime  meluas di Banten,” katanya.

BACA JUGA  Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi Cegah Tindak Terorisme

Aksi Terorisme Memanfaatkan Jejaring Sosial

Apalagi, jelas Amas, di era digitalisasi terbuka memanfaatkan jejaring media sosial. Kelompok ini terus melakukan propaganda. Bahkan mereka menggunakan berbagai dalih serta menyusup ke berbagai kelompok dan organisasi masyarakat (Ormas).

“Itu terbuka melalui situs-situs mereka merekrut simparisan penuang khilafah yang berujung pada radikal terosisme,” tegasnya.

Sebab itu, Amas medorong aparat penegak hukum agar tidak ragu melakukan tindakan tegas. Bukan hanya ke sipil melainkan seluruh jaringan teror berafiliasi dengan ISIS. Terutama di institusi pemerintahan harus kita kita uber.

“Kepada siapapun yang sudah terindikasi terpapar seringkali ada di kelompok ASN. Juga ada di pegawai pemerintah, BUMN dan Kementerian,” tegas Amas.

Disisi lain, Amas menekankan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kelompok radikal terorisme yang kerapkali terlihat menebar ujaran kebencian kepada pemerintah serta tokoh-tokoh Ormas yang moderat berdasarkan idiologi pancasila.

“Orang tua agar senantiasa mengawasi putra-putrinya dalam bermedia sosial dan online agar tidak terpapar paham teroris,” ungkapnya.

Terakhir, Amas mengingatkan pimpinan partai politik serta aktivis partai politik. Agar tidak kenyebarkan provokasi intolernasi faham khilafah dan anti pancasila

“Jangan sampai mereka memanipulasi narasi dalil agama untuk tujuan meraih kekuasaan politik dan partai,” tandas Amas.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru