25.7 C
Jakarta

Tangkal Paham Radikalisme di Kalbar, Yayasan INSAN Selenggarakan Dialog Interaktif

Artikel Trending

AkhbarDaerahTangkal Paham Radikalisme di Kalbar, Yayasan INSAN Selenggarakan Dialog Interaktif
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Pontianak-Yayasan Inspirasi Mandiri Indonesia (INSAN) sukses meyelenggarakan dialog interaktif dengan tema “Memperkokoh Peran Tokoh Agama Serta Masyarakat Dalam Menangkal Paham Intoleran, Radikalisme, dan Terorisme Guna Mewujudkan Provinsi Kalimantan Barat Yang Damai”

Dialog tersebut digelar pada, Sabtu 27 November 2021 kemarin di aula Lembaga Pendidikan Darul Falah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan INSAN Dede Kurniawan berharap, agar kegiatan ini dapat menjadi tameng baik di level masyarakat dan tokoh agama, sehingga dapat menangkal paham radikalisme di Kalimantan Barat.

Dalam dialog interaktif tersebut dihadiri sekitar dua ratus peserta. Dengan para narasumber dari berbagai eleman masyarakat, yakni Kepala H. Ekhsan, S.Ag, M.Si sebagai Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kakanwil Kemenag Kalbar, Kasat Intel Kapolres Kubu Raya IPTU Srinanto S. Ap, Kepala MUI Bidang Politik & Hubungan Luar Negeri Drs. M. Jipridin, M. Si dan anggota FKUB Kalimantan Barat Zulkifli Abdillah, MA.

Kasat Intel Polres Kubu Raya IPTU Srinanto, S. AP mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mensukseskan acara dialog pada hari ini.

BACA JUGA  Tingkatkan Toleransi dan Kerukunan, Kemenag Bojonegoro Gelar Dialog Lintas Agama

“Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan yang sangat membantu kami, Polri berperan serta untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Ajakan saya sebagai anggota Polri mari Kita sama-sama menjaga keamanan di Kalimantan Barat yang sudah luar biasa, dan kondusif karena keamanan ini bukan hanya tanggung jawab polisi tapi tanggung jawab Kita semuanya,” ujarnya.

“Semoga mahasiswa dapat berperan membantu, menjaga dan melindungi, dan ke depannya narasumber lebih di tambah lagi untuk mengadakan dialog tersebut,” lanjutnya.

Ketua MUI Kalbar Dr. Zulkifli Abdillah, MA mengarakan, bahwa dalam islam dikenal pepatah Al-Islamu Bainal Hamasah Was Samahah, yakni Islam berada di antara sikap militansi dan sikap toleransi.

Maka, kata dia, sesuatu kekeliruan ketika seseorang menyatakan bahwa Islam sebagai agama yang radikal.

Ia juga memberikan nasehat kepada para pendengar, agar dapat memahami agama dengan baik dan tidak mendewakan akal, sehingga tidak terjadi penyimpangan pemahaman tentang dakwah beragama.

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru