27.6 C
Jakarta

Serial Pengakuan Budak Seks ISIS (C-XV): Kisah Pengacara yang Menolak Gaji Besar demi Memperjuangkan Nasib Perempuan Yazidi

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Budak Seks ISIS (C-XV): Kisah Pengacara yang Menolak Gaji Besar...
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan organisasi teroris kelas internasional yang tak asing lagi di benak banyak orang. ISIS telah melakukan perekrutan anggota di berbagai negara secara sembunyi-sembunyi agar perbuatan jahatnya tidak tercium pemerintah yang melarang rakyatnya bergabung dengan organisasi tersebut.

Melalui seorang pengacara Rez kejahatan militan ISIS kepada orang Yazidi mulai banyak yang terkuak. Kini ia giat mengumpulkan kesaksian atas ketidakadilan yang terjadi di bagian utara Irak, dekat dengan lokasi kejahatan yang terjadi pada tahun 2014.

Di antara kejahatan ISIS yang diungkap oleh pengacara perempuan Rez adalah: Pertama, ISIS mengasingkan kelompok etnis religius Yazidi untuk alasan tertentu. Yazidi adalah komunitas yang sudah terbentuk sejak lama dengan anggota sekitar setengah juta orang. Jihadis ISIS menganggap mereka sesat dan bahkan bukan manusia.

Serangan cepat yang dilancarkan militan ISIS membuat ribuan warga desa yang ketakutan lari ke dekat Gunung Sinjar. Ratusan orang berlindung di sisi pegunungan, namun banyak orang yang meninggal karena temperatur udara yang panas.

Pria muda Yazidi, yang dianggap mampu berperang, ditangkap dan langsung dieksekusi. Laporan yang dirilis London School of Economics tahun lalu memperkirakan sebanyak 10.000 orang Yazidi dibunuh atau diculik dalam serangan tersebut. Hidup layaknya neraka dialami oleh perempuan dan anak perempuan yang ditangkap ISIS.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXXIV): Eks Napiter Atok Kini Blusukan ke Lapas Jadi Juru Dakwah Deradikalisasi

Rez merasakan kesedihan yang luar biasa ketika mendengarkan cerita orang Yazidi yang diperlakukan secara tidak manusiawi. Mereka harus melalui penderitaan ini semua. Hanya pertolongan yang menyelamatkan mereka yang sangat diharapkan.

Kedua, militan ISIS menahan dan memperdagangkan perempuan Yazidi. Bahkan, tragisnya militan ISIS melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap perempuan Yazidi. Mereka dapat mengidentifikasi pria dari ISIS yang kejam melakukan pelecehan seksual.

Militan ISIS memisahkan pria dari perempuan, lalu perempuan tua dari perempuan muda. Ini karena perempuan muda yang belum menikah dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi sebagai budak seks. Banyak pria dan perempuan tua dibunuh di tempat.

Kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan Yazidi juga pernah dialami oleh Nadia Murad. Nadia adalah salah satu perempuan yang ditangkap, disiksa dan diperkosa oleh militan pada 2014. Saat itu ia baru berusia 21 tahun. Nadia, seorang aktivis yang vokal, menerima penghargaan Nobel perdamaian pada tahun 2018. Nadia belum mendapat keadilan dari tindakan tidak manusiawi militan ISIS.

Sebagai penutup, Rez sedang berusaha untuk membantu penduduk Yazidi yang belum mendapat keadilan terkait tindakan kejam militan ISIS. Kejahatan bagi Rez harus mendapat hukuman yang setimpal. Itulah bentuk keadilan yang sebenarnya.[] Shallallah ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita Pengacara Perempuan Rez yang dimuat di media online Bbc.com

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru