32.1 C
Jakarta

Serial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XL): Eks Napiter Inisial SL Bertobat dan Kembali ke NKRI

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XL): Eks Napiter Inisial SL Bertobat dan Kembali...
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Terorisme akhir-akhir ini tidak lagi terdengar isunya. Pertanyaannya, apakah terorisme sudah tidak ada lagi? Mungkin begitu. Tapi, bisa jadi masih ada, meski itu sebatas teror di media sosial.

Jika memang terorisme sudah tidak lagi ada, berarti deradikalisasi yang dilakukan pemerintah berhasil. Memang keberhasilan ini yang diharapkan. Meski begitu, deradikalisasi tetap terus dilakukan agar benih terorisme tidak kembali tumbuh.

Keberhasilan deradikalisasi dapat dibuktikan dengan beberapa teroris yang mulai bertobat. Ada seorang teroris yang bertobat, yaitu SL (nama inisial). Dia sekarang menyesal setelah bertobat. Dia menyesal atas perbuatan yang sempat masuk ke dalam jaringan terorisme.

SL masuk ke dalam jaringan tersebut berawal dari sebuah media sosial. Melalui media sosial tersebut, dia belajar ilmu agama yang tidak diketahui kalau pelajaran tersebut ternyata menyimpang dari makna sebenarnya.

Hal itu baru SL sadari setelah ditangkap dan dimasukkan ke dalam tahanan untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya. Atas perbuatan ini, dia mendapatkan vonis empat tahun penjara dan menjalani selama tiga tahun enam bulan di Lembaga Pemasyarakatan Cikeas.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXXIII): Badri Wijaya Terpapar Terorisme karena Ketidaktelitian Menerima Informasi

SL terus mengungkapkan rasa penyesalan dan berharap kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya bisa menerimanya kembali, karena saat ini sudah menyadari dan telah kembali ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

SL yang didampingi istri dan anak meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan atas perbuatannya dan tak lepas juga memohon maaf kepada keluarga besar terutama istri dan anak yang telah malu akibat perbuatannya. Dia juga meminta kepada pihak kepolisian agar jangan pernah lengah untuk mengawasi media sosial apabila ada ajaran atau ajakan yang menyimpang langsung tindak lanjuti.

Tak lupa, SL berpesan kalau belajar agama jangan satu guru saja tapi ambil dari banyak guru biar lebih paham, dan lebih berhati hati lagi bila belajar melalui media sosial.

Sebagai penutup, perjalanan hidup SL hendaknya dijadikan pelajaran bagi siapa saja. Baik bagi pelaku teror agar segera bertobat. Maupun warga Indonesia agar tidak terjebak terorisme.[] Shallallahu ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita eks napiter SL yang dimuat di media online ajnn.net

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru