Pemuda Islam dan Buddha di Bengkalis, Riau Perkuat Kerukunan Lewat Dialog Lintas Agama

Ahmad Fairozi, M.Hum.

26/06/2026

3
Min Read
Pemuda Islam dan Buddha di Bengkalis Perkuat Kerukunan Lewat Dialog Lintas Agama

Harakatuna.com. Riau – Upaya menanamkan nilai toleransi dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk terus dilakukan di Kabupaten Bengkalis. Salah satunya melalui kegiatan Youth Interfaith Dialogue: Merawat Harmoni dalam Keberagaman yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Moderasi Beragama IAIN Datuk Laksemana Bengkalis di Aula SMP/SMK Dharma Maitreya Bengkalis, Riau pada Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 55 peserta yang terdiri atas perwakilan pemuda Islam dan pemuda Buddha. Dialog tersebut bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda mengenai moderasi beragama, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta membangun kolaborasi lintas agama guna menjaga persatuan dan harmoni sosial di Kabupaten Bengkalis. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Ketua LPPM IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Ketua Yayasan Prajnamitra Maitreya Cabang Bengkalis, serta jajaran pengurus IKPTB Cabang Bengkalis.

Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Amrizal, mengatakan bahwa dialog lintas agama menjadi ruang untuk membangun saling pengertian di kalangan generasi muda yang berasal dari latar belakang keyakinan berbeda. “Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Abu Anwar, menegaskan bahwa menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, terlebih Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen pemersatu bangsa. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang penuh toleransi, saling menghargai, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

BACA JUGA  Ratusan Remaja NTB Deklarasi Lawan Ekstremisme

Dalam kesempatan tersebut, Abu Anwar juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak para peserta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi memicu perpecahan. “Media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan kedamaian, bukan menjadi ruang yang memecah belah masyarakat,” pesannya.

Dialog lintas agama ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama dan Hubungan Luar Negeri MUI Kabupaten Bengkalis, Lukman, yang memaparkan materi tentang Moderasi Beragama sebagai Kebijakan Nasional dalam Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama. Selain itu, Ketua Cabang Permabudhi Bengkalis, Supendi, menyampaikan materi mengenai Tantangan Kerukunan dan Literasi Digital di Era Media Sosial. Kegiatan dipandu oleh moderator Ruliono.

Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif. Selain sesi pemaparan materi dan diskusi, para peserta juga mengikuti pemutaran film bertema kerukunan sebagai media refleksi untuk menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

Melalui kegiatan ini, para pemuda lintas agama di Kabupaten Bengkalis diharapkan semakin memahami pentingnya moderasi beragama, mempererat persaudaraan, serta menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Leave a Comment

Related Post