Harakatuna.com. Pekanbaru – Unit Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Riau Densus 88 Antiteror Polri bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Perhentian Marpoyan memperkuat sinergi dengan SMKN Pertanian Pekanbaru dalam upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan.
Koordinasi lanjutan tersebut digelar di SMKN Pertanian Provinsi Riau, Pekanbaru, Selasa (14/7/2026), sebagai tindak lanjut program deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham ekstrem di kalangan pelajar. Pertemuan dihadiri Kepala SMKN Pertanian Pekanbaru Elvita Herasanty, Kepala KUA Perhentian Marpoyan Hasbirullah, serta personel Unit Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri.
Dalam kegiatan tersebut, Densus 88 menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan tokoh agama untuk membangun ketahanan pelajar terhadap pengaruh paham radikal yang kini semakin banyak memanfaatkan ruang digital. Berdasarkan hasil pemetaan di Provinsi Riau, tercatat sedikitnya 12 anak terpapar paham ekstrem melalui grup WhatsApp. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media sosial dan platform komunikasi digital menjadi salah satu jalur penyebaran ideologi ekstrem yang perlu diwaspadai.
Karena itu, Densus 88 mendorong penguatan literasi digital serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas daring peserta didik sebagai langkah preventif untuk mencegah penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam paparannya, Unit Pencegahan Satgaswil Riau menjelaskan bahwa strategi penanggulangan terorisme saat ini lebih mengedepankan pendekatan pencegahan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Guru dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun daya tangkal peserta didik terhadap paham IRET, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan semangat persatuan dan cinta tanah air di lingkungan sekolah.
Sebagai hasil koordinasi tersebut, Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri, SMKN Pertanian Pekanbaru, dan KUA Perhentian Marpoyan berkomitmen memperkuat kerja sama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari pengaruh radikalisme.
Seluruh pihak juga sepakat untuk segera melakukan koordinasi apabila ditemukan indikasi siswa yang mulai terpapar paham ekstrem, sehingga langkah pencegahan dan pendampingan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan para pelajar memiliki literasi digital yang baik, wawasan kebangsaan yang kuat, serta ketahanan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme berbasis kekerasan, dan terorisme.

















Leave a Comment