Gubernur DKI Pastikan Aktivitas Belajar di SDN Srengseng Sawah Tetap Normal Pascaancaman Bom

Ahmad Fairozi, M.Hum.

15/07/2026

3
Min Read
Gubernur DKI Pastikan Aktivitas Belajar di SDN Srengseng Sawah Tetap Normal Pascaancaman Bom

Harakatuna.com. Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali berjalan normal setelah ancaman bom yang diterima sekolah dipastikan merupakan ancaman palsu.

Pramono mengatakan para siswa tidak menunjukkan rasa takut usai insiden tersebut. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang meninjau langsung ke lokasi, aktivitas belajar berlangsung seperti biasa, sedangkan kekhawatiran lebih banyak dirasakan oleh para orang tua.

“Saya mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan yang turun langsung ke lapangan. Kalau murid-muridnya tidak ada masalah. Bahkan mereka merasa biasa-biasa saja,” kata Pramono di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).

Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengantar anak ke sekolah hingga berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan psikologis sekaligus memberikan rasa aman kepada para wali murid. “Hanya orang tuanya yang masih ada kekhawatiran. Karena itu, sampai hari Rabu kami mengizinkan orang tua mengantar anaknya ke sekolah supaya mereka juga merasa lebih tenang,” ujarnya.

Pramono menegaskan hasil pemeriksaan aparat keamanan memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan di lingkungan sekolah. “Berkaitan dengan ancaman bom di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, setelah didalami dan dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata memang tidak ada,” katanya.

Meski situasi telah dinyatakan aman, ia meminta pihak sekolah tetap meningkatkan kewaspadaan dan menyerahkan proses hukum terhadap pelaku kepada aparat kepolisian. “Ada orang yang melakukan pengancaman, dan aparat penegak hukum akan menindaklanjutinya. Sekarang sekolah berjalan seperti biasa, tetapi saya tetap meminta kewaspadaan terus ditingkatkan,” tuturnya.

BACA JUGA  Densus 88 Bekali 600 Pelajar di Cibubur Lawan Radikalisme

Sebelumnya, ancaman bom diterima melalui pesan WhatsApp yang dikirim kepada seorang guru dan staf tata usaha saat pelaksanaan upacara hari pertama MPLS pada Senin (13/7/2026). Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pihak sekolah segera melaporkan pesan tersebut kepada kepolisian setelah menerimanya. “Kami mendapati informasi itu benar. Ada pesan WhatsApp yang masuk kepada guru dan staf tata usaha,” kata Nurma.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob serta Densus 88 Antiteror Polri untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah. Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah serta meminta pihak sekolah tidak melapor kepada polisi.

“Selamat pagi dan salam sejahtera. Diharap bersiap-siap, dalam hitungan menit sekolah SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik,” demikian isi pesan ancaman tersebut.

Hasil penyelidikan selanjutnya mengungkap bahwa pelaku berinisial MY. Berdasarkan pendalaman yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri terhadap motif, sumber pendanaan, dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan terorisme, kasus tersebut dinyatakan tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme dan diproses sebagai tindak pidana umum.

Leave a Comment

Related Post