Densus 88 Gandeng Tokoh Lintas Agama Perkuat Pencegahan Radikalisme di Mamuju Tengah

Ahmad Fairozi, M.Hum.

13/07/2026

2
Min Read
Densus 88 Gandeng Tokoh Lintas Agama Perkuat Pencegahan Radikalisme di Mamuju Tengah

Harakatuna.com. Mamuju Tengah – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 Antiteror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui pendekatan kolaboratif bersama tokoh lintas agama dan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Wihara Giri Kartika, Salugatta, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah tersebut.

Kepala Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Soffan Ansyari, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat sinergi lintas agama dalam mencegah penyebaran paham radikal yang mengarah pada terorisme. “Kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk meningkatkan pemahaman dan sinergi masyarakat lintas agama dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Mamuju Tengah,” ujar Soffan dalam keterangannya.

Sosialisasi tersebut diikuti Ketua Wihara Giri Kartika Salugatta, Supriyo, tokoh agama Buddha Edi Miswanto, perwakilan umat Islam Nursalim, perwakilan umat Kristen Jonathan, unsur pemerintah daerah, aparat desa, serta puluhan warga Salugatta. Kegiatan juga menghadirkan mantan anggota Jamaah Islamiyah, Joko Santoso, yang berbagi pengalaman sebagai bagian dari upaya edukasi mengenai bahaya paham ekstremisme dan pentingnya menjaga persatuan bangsa. Aparat keamanan setempat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA  Rakernas PDN Dorong Dakwah Digital dan Gerakan Literasi Nasional

Dalam kesempatan itu, Soffan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham IRET yang kini dapat berkembang melalui berbagai media dan berpotensi mengancam persatuan bangsa. “Melalui sinergi antara aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang harmonis, kondusif, serta memiliki ketahanan yang kuat dalam mencegah berkembangnya paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 Antiteror Polri menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dengan seluruh elemen masyarakat sebagai strategi memperkuat ketahanan sosial serta mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, ekstremisme berbasis kekerasan, dan terorisme di tingkat daerah.

Leave a Comment

Related Post