Wamenag Minta Publik Tak Terburu-buru Kaitkan Insiden MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/07/2026

2
Min Read
Wamenag Minta Publik Tak Terburu-buru Kaitkan Insiden MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta – Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan insiden ledakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang dengan paham radikalisme atau terorisme sebelum hasil penyelidikan aparat kepolisian selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan Syafii usai menghadiri Rapat Kerja Gabungan bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, setiap peristiwa harus ditelusuri secara menyeluruh agar penyebab utamanya dapat diketahui berdasarkan fakta, bukan asumsi. “Terhadap peristiwa yang terjadi seperti di MAN 3 Padang, saya kira itu harus ditelusuri terlebih dahulu sebelum memberikan kesimpulan mengenai apa yang sebenarnya memicu sehingga peristiwa itu bisa terjadi,” ujar Syafii.

Ia mengingatkan publik untuk belajar dari kasus serupa yang pernah terjadi di Jakarta. Saat itu, insiden sempat dikaitkan dengan radikalisme, tetapi hasil penyelidikan menunjukkan pelaku mengalami persoalan psikologis dan tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme. “Peristiwa yang sama pernah terjadi di Jakarta. Ada yang terburu-buru menyimpulkan sebagai tindakan radikalisme, padahal ternyata jauh dari itu. Ada persoalan psikologis yang dialami pelaku sehingga nekat melakukan tindakan tersebut,” katanya.

BACA JUGA  Menag Doakan Iran, Bahas Hubungan dan Kerja Sama

Syafii juga mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun narasi yang berpotensi memperkeruh situasi. “Kami mengingatkan semua pihak agar melihat peristiwa ini secara utuh, tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan perasaan atau informasi yang belum jelas,” tegasnya.

Menurut Syafii, aparat penegak hukum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Karena itu, seluruh pihak diminta memberikan ruang kepada kepolisian untuk bekerja secara profesional. Selain mendukung proses investigasi, Kementerian Agama juga akan melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan di lingkungan pendidikan keagamaan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Kami berkomitmen memastikan para pelajar di lingkungan madrasah dapat belajar dengan tenang dan mempersiapkan masa depan mereka tanpa gangguan,” ujarnya.

Kementerian Agama menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan satuan pendidikan sekaligus menjaga agar setiap penanganan peristiwa dilakukan berdasarkan fakta dan hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Leave a Comment

Related Post