32 C
Jakarta

Memasukkan Hikmah dan Iman, Mengapa Perlu Membelah Dada Nabi?

Artikel Trending

Asas-asas IslamSirah NabawiyahMemasukkan Hikmah dan Iman, Mengapa Perlu Membelah Dada Nabi?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Sudah maklum bahwa bulan Rajab adalah salah satu dari bulan-bulan haram, syahrun min asyhuril hurum. Sebagaimana bulan-bulan haram yang lain, bulan Rajab memiliki suatu keistimewaan yang tak tertandingi. Bila kita menganggap bahwa shalat adalah pokok rukun Islam lantaran kelak ia dihisab pertama kali, maka seyogianya kita perlu meningkatkan khidmat kita dalam beribadah pada bulan Rajab sekarang ini. Sebab, perintah shalat diturunkan pada bulan Rajab, tepatnya pada peristiwa Isra’ Mi’raj.

Peristiwa Isra’ Mi’raj itu diawali dengan datangnya Malaikat Jibril, Mikail, dan satu Malaikat lainnya pada Nabi Muhammad Saw. di Hijr Ismail. Ketika itu Nabi berbaring di sana bersama pamannya, Sayyidina Hamzah, dan Ja’far bin Abi Thalib sepupu Naabi.

Misi ketiga Malaikat itu adalah membersihkan hati Nabi dari sifat-sifat tercela, sekaligus mengisinya dengan sifat terpuji berupa hikmah, iman, kemudian juga empat hal lainnya berupa al-hilm (sifat murah hati), al-ilm (ilmu), keyakinan, dan Islam. Setelah itu semua, dada Nabi akan diberi label dengan stempel kenabian.

Beberapa misi dijalankan oleh ketiga Malaikat dengan begitu teknis. Mulai dari membelah dada Nabi oleh Malaikat Jibril laiknya ahli bedah. Pada sesi pertama Malaikat Mikail membawakan air zamzam pada Jibril untuk membasuh dan membersihkan hati Nabi. Sesi kedua dan ketiga adalah upaya mengisi dada Nabi dengan sifat-sifat yang telah disebutkan.

Hal teknis seperti yang dilakukan Malaikat ini tentu berdasarkan perintah dari Allah Swt. Bila mana itu adalah perintah Allah, maka pasti mengandung hikmah yang sekilas tidak terlihat, atau bahkan bertentangan dengan kemahakuasa-an Allah dalam urusan hanya membersihkan hati dan memasukkan sifat-sifat tersebut ke dalam hati Nabi Muhammad Saw. Tentu, Dia Allah, Dzat yang Maha Kuasa atas mewujudkan apa yang dikehendaki.

BACA JUGA  3 Alasan Nabi Isa Mendapat Julukan Al-Masih

Mengenai hikmah dalam upaya membelah dada Nabi untuk memasukkan sifat-sifat terpuji itu bisa ditemukan setelah Isra’ Mi’raj terlaksana. Benar begitu, karena hikmah memang bisa dijangkau pasca peristiwa, yang mengetahui di awal hanyalah Allah Swt.

Pasca peristiwa Isra’ Mi’raj banyak kalangan kafir Quraisy yang mendustakan peristiwa itu. Jangankan tentang kejadian yang memang melampaui nalar itu, tentang kebenaran Nabi Muhammad sebagai utusan yang disokong data dari kitab-kitab samawi sebelumnya masih banyak yang mendustakan.

Dari sinilah hikmah pertama terungkap. Sejalan dengan yang disampaikan Abu Muhammad bin Abi Jamrah adalah bahwa peristiwa teknis pembelahan dada Nabi merupakan peristiwa yang bisa disaksikan dengan mata kepala secara jelas. Maka dengan peristiwa itu, sangat kuat sebagai hujjah bahwa Muhammad memang benar-benar manusia yang dilantik menjadi Nabi dan utusan. Manusia mana yang bisa hidup setelah hatinya dikeluarkan, dibasuh dan dikembalikan lagi berisi sifat-sifat terpuji. Ini adalah mukjizat, kejadian luar biasa yang hanya dimiliki Nabi.

Hikmah ke-dua yang bisa kita ambil dari kejadian teknis itu adalah dengan menyadari sendiri betapa sulitnya kita membersihkan hati dari sifat tercela dan mengisinya dengan hal-hal terpuji. Tentu, itu perlu riyadlah olah batin secara kontinyu. Peristiwa itu adalah i’tibar, percontohan bagaimana sulitnya menuju derajat mulia. Mulai dari melibatkan tiga Malaikat, pembelahan dada, mencuci dengan air zamzam, memenuhi hati dengan sifat-sifat terpuji dari wadah emas, baru kemudian diberi label kenabian. Falyataammal.

Oleh Ahmad Azaim (Mahasantri Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo)

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru