29 C
Jakarta

Melejitkan Potensi Menulis Yang Dimiliki

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Potensi kepenulisan yang dimiliki seseorang adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Bakat menulis pada seseorang layaknya seperti mutiara karena merupakan harta berharga. Keberadaannya akan semakin cemerlang melalui pemolesan yang baik dan itu tercipta dari aktvitas yang disebut dengan latihan. Seorang penulis handal akan lahir dan memiliki kemampuan menulis yang baik melalui latihan yang berkesinambungan.

Profesi kepenulisan diakui atau tidak merupakan profesi yang cukup menjanjikan karena banyak bidang garapan yang dapat diterjuni oleh siapapun yang memang berminat terjun di dunia kepenulisan ini. Untuk itu pulalah, mereka yang memiliki minat dalam dunia ini haruslah memiliki kesiapan mental kuat untuk berada di dalamnya, sebab dunia kepenulisan mempunyai tantangan tersendiri karena akan berhadapan dengan publik yang membaca hasil karya yang dihasilkan.

Tak ada penulis hebat atau penulis populer yang lahir begitu saja. Tetapi semua itu dihasilkan dengan cara berproses dan melalui latihan yang terus menerus. Tidak mudah memang untuk melalui semua itu, namun suka tidak suka hal itu adalah sebuah konsekuensi logis. Tentunya  bagi penulis yang tidak memiliki kemauan kuat untuk berkembang di dalam menghasilkan karya-karyanya maka akan mengalami kemandegan. Masalahnya ketika terjadi kemandegan maka bukan mustahil mempersulit untuk berkarya menghasilkan tulisan.

Oleh karenanya, bagi seorang penulis, rutunitas menulis jelas harus terjaga setiap harinya. Adalah sebuah keniscayaan jika seorang penulis selalu menargetkan paling tidak satu tulisan setiap harinya maka akan terbiasa untuk menulis apa saja. Dengan tidak menulis maka sangat dikhawatirkan potensi menulis yang ada tidak terasah secara baik. Dengan kondisi apapun maka menulis itu harus dipaksakan agar tercipta sebuah kebiasaan yang bisa mendorong agar terlatih menulis dalam kondisi apapun juga.

Seorang penulis akan memungkinkan memiliki kematangan menulis ketika ia terbiasa melakukan aktvitas menulis. Menulis sangat memungkinkan menumbuh kembangkan berpikir kritis dan menguatkan wawasan yang dimilikinya. Potensi menulis jika dikembangkan sebaik mungkin maka akan mampu menumbuhkan budaya literasi yang sehat. Benar sekali, jika di Indonesia budaya literasi belum berkembang begitu pesat, karenanya memelihara potensi kepenulisan yang ada sama artinya dengan menciptakan budaya literasi itu semakin dinamis.

Bukan itu saja, siapapun yang punya potensi menulis lalu potensi itu diolah sedemikian rupa bukan saja mengutakan kemampuan menulisnya semata, namun dari aktivitas itu sama artinya dengan mengikat ilmu pula. Jadi dengan menulis maka setidaknya para penulis mampu melakukan sharing ilmu bagi siapapun dan apa yang ditulisnya jadi bermanfaat bagi semua orang. Abdullah bin Umar ra bertanya, “Ya Rasulullah, apakah ilmu harus diikat?” Rasulullah saw menjawab: “Ya.” Abdullah bin Umar bertanya lagi, “Apa pengikatnya?” Beliau saw menjawab, “Buku (tulisan).” (HR. Ath-Thabrani, Al Mu’jam Al-Kabir, No. 936, dan Al-Aausath No. 5056).

Berarti bagi mereka yang memilih profesi menulis sama artinya dengan menjaga ilmu-ilmu yang ada agar bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.Karenanya potensi kepenulisan yang dimiliki oleh seseorang memang sudah seharusnya dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi jika memahami konteks hadits tadi. Artinya dengan banyaknya penulis yang hadir maka dengan sendirinya ilmu-ilmu itu dapat terkumpul dalam sebuah tulisan atau buku dan itu pun bisa dimanfaatkan kapan saja dan di mana saja.

Oleh sebab itu melejitkan potensi kepenulisan dapat dilakukan dengan cara otodidak  atau bergabung dengan komunitas kepenulisan yang ada. Jika dilakukan secara otodidak memang memiliki kelemahan karena dilakukan secara personal dan itu hanya akan berhasil ketika ada kemauan keras dari penulisnya.

Namun dengan berada di dalam komunitas kepenulisan maka seorang penulis akan terpacu untuk terus berkembang karena selalu diberikan tugas-tugas oleh tutor atau seringkali dipacu oleh berbagai perlombaan yang mesti diikuti sehingga ia akan berusaha menulis sebaik mungkin untuk meghasilkan karya-karya yang bermutu.

Media Pengasah Skill Menulis

Hari ini banyak sekali media dan sarana bagi pengembangan potensi kepenulisan. Media bertebaran di mana-mana termasuk yang berbentuk website. Semuanya adalah tantangan yang ada di depan mata. Benar persaingan dalam dunia kepenulisan pun tidaklah mudah karena setiap redaktur pun punya standar yang berbeda di dalam menyeleksi tulisan yang yang ada.

Namun bagi siapapun yang memiliki potensi kepenulisan yang hebat tak perlu takut itu. Setiap tulisan yang dihasilkan tetap akan bernilai. Benar jika lolos kurasi sebuah media dan ditayangkan di media massa adalah sebuah keberhasilan tetapi mampu menuliskan sesuatu tetaplah memiliki nilai di dalam sebuah perjuangan menghasilkan tulisan.

Tentu saja setiap ada potensi kepenulisan yang dimiliki seseorang tentunya jangan dibiarkan terpendam namun harus diolah potensi tersebut melalui media kepenulisan yang ada. Potensi-potensi semacam ini sebenarnya tersebar di mana-mana. Namun terkadang ada yang tak bisa dikembangkan sedemikian rupa karena keterbatasan dan kondisi yang tak memungkinkan yang disebabkan oleh berbagai hal.

Bagi mereka yang punya potensi kepenulisan yang hebat dan mau maju, jangan risau banyaklah kepada para penulis yang sudah terkenal dan dari sana kita bisa membuka diri untuk mendapatkan kesempatan menulis yang sebaik-baiknya.

Dengan begitu, marilah kita melejitkan potensi kepenulisan yang dimiliki. Saat ini kita sangat membutuhan penulis-penulis handal dalam berbagai hal sehingga penyampaian ilmu atau penyampaian pesan akan mampu berjalans ecara baik dan lebih dari itu, potensi-potensi kepenulisan yang ada jika dikembangkan secara baik maka akan memajukan bangsa ini dan akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Deffy Ruspiyandy
Deffy Ruspiyandyhttps://www.harakatuna.com/
Penulis artikel di berbagai media massa cetak dan online, Penulis ide cerita di beberapa TV Swasta, bermukim di Bandung.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...

Islam Otentik Menolak Separatisme

Usaha membendung arus separatisme dan radikalisme  tidak bisa dilakukan hanya dengan menolak paham separatisme radikal atau menangkap pelaku teror. Melainkan memerlukan sebuah aksi pemerintah...

Palestina Gugat Bahrain Tentang Kebijakan Impor dari Permukiman Israel

Harakatuna.com. Tel Aviv - Kebijakan impor Bahrain dari Israel tidak akan dibedakan antara produk yang dibuat di Israel dan produk dari permukiman di wilayah pendudukan. Menteri Perdagangan, Industri...

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XII): Arif Budi Setyawan, Famili Amrozi, Menjadi Korban Terorisme

Keluarga kecilku memberi nama aku Arif Budi Setyawan. Sekarang aku menginjak usia tiga puluh enam tahun. Usia yang relatif menua. Banyak cerita pengin aku...