34.2 C
Jakarta

Inilah Privilege Profesi dan Skill Menulis di Era Digital

Artikel Trending

KhazanahLiterasiInilah Privilege Profesi dan Skill Menulis di Era Digital
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Kamu pasti salah satu pengguna aktif media sosial dan sering melihat para konten kreator membagikan konten. Tidak hanya itu, ada pula perusahaan atau bisnis yang membangun branding dan mempromosikan produknya dengan cara kreatif dan menarik.

Artinya, penjualan yang tadi berskala kecil kini telah memperbesar skala dengan menjangkau lebih banyak orang dengan memanfaatkan media digital. Salah satu profesi yang amat berpengaruh dan memiliki dampak baik adalah penulis.

Ketahui Profesi dengan Skill Menulis di Era Digital

Apa yang ada di bayangan kamu ketika mendengar atau membaca kata penulis? Apakah dia seorang penulis buku fiksi dan atau non fiksi? Apakah penulis adalah seseorang yang suka menulis?

Penulis adalah seseorang yang memiliki skill atau passion menulis. Untuk menjadi seorang penulis pun harus bisa memberdayakan tulisannya. Misal, dengan menulis dan menerbitkan buku baik secara cetak maupun digital.

Penulis saat ini tidak hanya berkutat pada buku. Sekarang penulis pun dapat mendapatkan penghasilan, bahkan meningkatkan skill menulis melalui teknologi dan pemanfaatan sumber digital.

Nah, penulis menjadi salah satu profesi yang mengalami perkembangan di era digital. Artinya, penulis dapat memberdayakan tulisan melalui platform dan dapat melakukan branding diri serta mempromosikan tulisan ke pembaca.

Penulis dapat berkarir dengan sub kategori yang berbeda. Sebab, penulis itu jenisnya banyak sekali. Dari script writer, ghost writer, editor, dll. Khusus di dunia digital, berikut profesi dengan skill menulis di era digital yang potensial untuk meniti karir!

Author

Dengan menjamurnya platform menulis secara online pun membuat penulis jadi mudah untuk menjangkau target pembaca. Sebab, setiap platform menulis punya karakteristik dan audiens yang berbeda.

Bahkan, saat ini sudah banyak platform menulis yang akhirnya memberi apresiasi terhadap penulisnya berupa fee dan juga awarding. Platformplatform tersebut biasanya menampung cerita fiksi dari para author atau pengarang cerita.

Tidak mudah sebetulnya menjadi penulis fiksi. Sebab, banyak fondasi dan aspek yang harus dipersiapkan sebelum cerita benar-benar dieksekusi. Itu pun masih harus melalui tahap self editing atau swasunting.

Hal itu yang membuat proses pembuatan naskah pun cukup lama, belum lagi harus dikirim ke penerbit yang sesuai dan meninggal apakah karya naskah kita diterima?

Kehadiran platform menulis di era digital mempermudah para author untuk memublikasikan karyanya dan berpeluang menemukan pembacanya. Bahkan dapat menamatkan cerita dalam kurun waktu satu atau dua bulan.

Platform seperti Wattpad, Cabaca, Innovel, GWP, dll, author pasti sudah tidak asing lagi. Meskipun bersifat digital dan bisa dibaca melalui gawai, tetapi banyak juga cerita dari platform tersebut—terutama Wattpad—yang menarik perhatian penerbit dan meminang karya tersebut menjadi buku cetak.

Tidak hanya itu, buku tersebut pun berpeluang menjadi best seller dan dijadikan film. Ada pula karya yang langsung dijadikan webseries.

Blogger

Profesi dengan skill menulis di era digital selanjutnya adalah blogger. Blog telah hadir sejak lama, tetapi pada awalnya tidak banyak orang akrab dengan platform tersebut. Hingga era digital marak dan banyak penulis yang notice akan kehadiran blog, sehingga saat ini banyak sekali pengguna blog.

BACA JUGA  Baca Buku Tapi Lupa Isinya, Rugi Dong?

Blog merupakan salah satu platform menulis yang juga berpotensi untuk menghasilkan. Kita bisa memasang adsense, mendapatkan endorse-an, atau bahkan memenangkan kompetisi blog.

Banyak sekali perusahaan atau komunitas yang mengadakan kompetisi blog. Kompetisi blog akan memberi apresiasi para blogger yang berhasil menang dengan hadiah yang fantastis. Seperti uang tunai jutaan rupiah, kendaraan, barang elektronik, dll.

Maka, wajar apabila banyak penulis yang juga mencoba peruntungan di profesi dengan skill menulis di era digital satu ini. Tidak hanya itu, blog pun menjadi salah satu platform paling fleksibel karena dapat menulis sesuka kita sesuai topik yang kita mau.

Content Writer

Profesi dengan skill menulis di era digital yaitu content writer. Sebagai penulis yang melek digital, pasti sering menemukan sebuah tulisan di website milik media massa, baik lokal maupun nasional. Tidak hanya di website, tetapi juga penulisan konten di media sosial baik di caption maupun di carousel.

Content writer atau penulis konten memiliki tugas untuk menuliskan sesuatu yang bersifat informatif. Sehingga audiens yang membaca tulisan kita pun bisa mendapatkan informasi yang diinginkan.

Content writer sendiri pun banyak sekali sasarannya. Bisa menulis di media seperti salah satunya di media Harakatuna atau bahkan bisa juga menulis konten di blog selain blog kita. Tentu dengan fee, ya!

Content writer pun juga pun berkutat di media sosial seperti Instagram, TikTok, dll, di mana content writer bertugas untuk memberikan informasi dengan singkat dan padat serta jelas dalam kemasan yang menarik.

Copywriter

Selanjutnya, copywriter juga termasuk salah satu profesi dengan skill menulis di era digita. Era digital pun dimanfaatkan pelaku bisnis untuk mempromosikan produknya. Baik di website-nya sendiri maupun di media sosialnya. Untuk mempromosikan produk tersebut pun salah satu caranya adalah dengan menarik pasar dengan tulisan.

Nah, pelaku bisnis pun membutuhkan seorang penulis yang dapat merangkai tulisan untuk mengajak pelanggan atau konsumen membeli produknya. Penulis ini disebut sebagai copywriter. Profesi copywriter menjadi elemen penting dan dibutuhkan oleh pelaku bisnis, bahkan sebuah perusahaan.

Berbeda dengan content writer, copywriter bertugas untuk membuat tulisan yang mengandung ajakan kepada konsumen untuk membeli produk. Tidak hanya itu, teknik copywriting pun bisa juga diterapkan untuk branding sebagai penulis ataupun profesi lain.

Misal, sebagai blogger, kemudian membuat content writing di media sosial sebagai branding dan di akhir menggunakan teknik CTA untuk mengajak audiens ke blognya. Jadi, seorang penulis pun kadang perlu juga memiliki skill copywriting.

Nah, apakah kamu tertarik untuk menekuni salah satu bidang dari profesi dengan skill menulis di era digital?

Yuvina Zaharany
Yuvina Zaharany
Penulis dan Content Creator

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru