25 C
Jakarta

Komunitas Hijrah Jualan Produk HTI dan Mengapa Kita Perlu Waspada?

Artikel Trending

Milenial IslamKomunitas Hijrah Jualan Produk HTI dan Mengapa Kita Perlu Waspada?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Satu yang kadang kita sangsikan dari kehidupan ini. Yakni menganggap hal sepele dari sebuah komunitas yang kecil. Atau menganggap daripadanya tidak berdampak apapun terhadap keberlangsungan hidup kita.

Belajar dari gejolak gerakan HTI dan FPI. Banyak yang tidak mengira bahwa mereka bakal secepat kilat terjadi gelombang besar luar biasa. Bahkan gerakannya merepotkan bangsa dan negara. Nah, komunitas yang lain seperti Komunitas Pecinta Hijrah, tak lain daripadanya.

Komunitas Pecinta Hijrah ini sudah lahir di kota-kota besar Indonesia. Sasarannya adalah pemuda perkotaan. Mereka menjual produk kegaulan dan tingkat keagamaan yang praktis. Misalnya, ustaz-ustaz yang diundang adalah ustaz yang gaul yang banyak penggemarnya.

Di samping itu pula, Komunitas Pecinta Hijrah ini memberikan semacam contoh-contoh kesuksesan dari para tokoh-tokohnya. Misalnya mereka mengajak atau menghadirkan tokoh muda yang sukses di bidang ekonomi. Lalu dari sanalah promosi hijrah dilakukan. Alasannya masuk akal, ketika banyak di antara kita berhijrah, maka Allah akan memberikan rezeki yang melimpah. Dan kita jadi kaya.

Marketing Hijrah

Marketing itu adalah permainan yang mudah ditebak. Tapi bagi sebagian orang, itu teranggap menjadi sebuah fenomena beneran yang Allah ciptakan. Tapi tujuan di baliknya adalah bagaimana anak-anak muda, bisa dirayu dan masuk dalam Komunitas Pecinta Hijrah ini.

Pertama-tama, biasanya acara-acara mereka gratis dan bahkan peserta dapat hadiah macam-macam. Lalu lambat laun, mereka memasang harga murah dengan alasan untuk berlangsungnya acara ke depan mereka. Kendati, mereka menjalankan itu sebagai basis untuk mempertahankan acara mereka.

Yang menarik, di antara Komunitas Hijrah mereka semacam memberikan materi bagaimana mencari jodoh yang benar. Pemateri yang hadir, kadangkala memberi tauziah tentang perjodohan yang dirahmati Allah dan membuat keluarga mereka langgeng. Bahkan tak jarang di dalam komunitas hijrah, jadi “ajang” mencari jodoh di antara mereka.

Ekosistem Komunitas Pecinta Hijrah dijaga dengan rapi. Dan pemilihan topik serta tempat juga mereka pikirkan. Dulu, komunitas macam ini sering mengadakan di tempat-tempat strategis dan bagus. Panorama panggung serta makanannya juga memiliki ciri khas Komunitas Pecinta Hijrah. Tetapi kini lewat secara daring.

BACA JUGA  Apakah Deradikalisasi Tidak Lebih dari Sebuah Proyek?

Yang mereka sasar sebenarnya adalah bagaimana tujuan-tujuan pentingnya tersampaikan. Yakni pemasokan ideologi khilafah dan politik Islam kanan. Sudah bukan rahasia umum jika mereka mempropagandakan ideologi khilafah lewat acara komunitas hijrah ini. Bahkan jika kita lihat hal lain, mereka juga bermain di perihal ekonomi. Bahkan bisa jadi seperti apa yang saya katakan dalam tulisan Hijriah: Momen Propaganda HTI untuk Komunitas Pecinta Hijrah

Ekspansi Hijrah dan Politiknya

Untuk menarik perhatian hijrahisme, komunitas ini memakai cara dan bahasa yang bombastis. Misalnya ketika mereka mempromosikan “Hijrah Bareng-Bareng” (lihat IG Komunitas Pecinta Hijrah) tepat pada hari ini, mereka mengulik sejarah hijrahnya Nabi Muhammad kemudian dipangkas untuk ke tujuan mereka.

Komunitas ini paham betul relasi, bahasa, sasaran, dan emosional anak muda dan muslim perkotaan. Maka, ketika mempromosikan Hijrah Bareng-Bareng ini, tak terduga banyak orang yang ikut berpartisipasi. Tepantau lebih dari 136 peserta yang mendaftar!

Bahasa mereka seperti ini, “hijrah saat ini sejatinya bukan sekadar gaya hidup. Melainkan menjadi kebutuhan untuk menjalankan kehidupan umat sesuai tuntunan Islam. Di saat kehidupan hari ini karut-marut diterjang pandemi, ghirah umat kembali pada Islam semakin membuncah. Umat makin sadar, sistem kehidupan terbaik hanya bisa diraih dengan Islam. Maka, sudah saatnya kita bareng-bareng berhijrah menuju Islam Kaffah. Mari gabung dalam “Hijrah Bareng-Bareng”.

Lihatlah bahasa komunitas hijrah ini. Sangat asik. Satu sisi mereka memperlihatkan masa-masa kekelaman situasi orang, sambilalu, mata kita diarahkan kepada komunitas ini untuk turut dan ikut serta masuk di dalamnya. Agar apa yang terjadi hari ini, menjadi kesalahan, dan seakan-akan orang harus mensucikan diri dengan cara masuk pada komunitas hijrah ini.

Sungguh-sungguh sangat cerdas. Karena kecerdasan dan kelicikan mereka, maka kita perlu waspada terhadap komunitas hijrah ini. Jika tidak, bisa jadi esok, saudara, teman, atau tetangga tidak mengenali siapa kita. Bahkan seluruh rutinitas kehidupan kita diharamkan.

Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. Karena kita takut sama Allah. Maka kita mengajak semua orang agar tidak tersesat oleh ajaran khilafah HTI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru