27.3 C
Jakarta

Jihadis ISIS Serang Tiga Desa Mali, 51 Tewas

Artikel Trending

AkhbarInternasionalJihadis ISIS Serang Tiga Desa Mali, 51 Tewas
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Bamako – Sejumlah 51 dilaporkan tewas dalam serangan teroris oleh tersangka jihadis di Mali. Seperti dilaporkan RT, Senin (9/8/2021), pemerintah Mali telah melaporkan bahwa tiga desa di dekat perbatasan Mali-Niger telah diserang milisi ekstremis Islam.

Pada Minggu (8/8), gerilyawan bersenjata dilaporkan secara bersamaan menyerang tiga kota Mali dengan sepeda motor sebelum membunuh warga sipil dan menggeledah rumah mereka.

Dalam satu catatan kepada gubernur regional yang dilihat oleh Reuters, seorang administrator distrik Asongo mengatakan pada Senin bahwa jumlah korban tewas sementara adalah 51 orang, dan beberapa orang lainnya terluka.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa para milisi menempatkan diri di pintu masuk ke kota-kota dan mulai menembaki warga sipil secara acak. Pada Senin, patroli tentara Mali dikirim ke desa-desa yang diserang untuk mencoba menstabilkan wilayah tersebut dan memberikan bantuan kepada para penyintas.

“Lebih dari 40 warga sipil tewas oleh teroris pada hari Minggu di desa Karou, Ouatagouna dan Daoutegeft,” kata seorang perwira militer yang tidak disebutkan namanya kepada AFP.

Perwira itu menambahkan bahwa para penyerang “pergi ke desa-desa dan membantai semua orang.”

BACA JUGA  China dan Indonesia Sepakati Solusi Dua Negara untuk Redakan Konflik Palestina-Israel

Serangan hari Minggu adalah serangan terbaru di Mali dan di wilayah Greater Sahel. Baru minggu lalu, serangan lain oleh tersangka jihadis menewaskan 30 orang di Burkina Faso.

Pada Juni, Burkina Faso mengalami serangan paling mematikan sejak 2015, ketika tersangka jihad menyerang desa Solhan dan menewaskan 132 orang. Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa orang-orang bersenjata itu termasuk orang-orang muda berusia 12 hingga 14 tahun.

Sejak kerusuhan sipil pecah di Mali pada 2012, ketika Presiden Amadou Toumani Touré digulingkan oleh pemberontakan militer, Sahel telah menjadi tempat berkembang biak bagi terorisme.

Dataran luas yang sebagian besar tidak diperintah telah menyediakan tempat yang sempurna bagi kelompok teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaeda untuk memobilisasi.

Militer Prancis dan pasukan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah bermitra dengan otoritas regional dalam upaya untuk melawan dan menekan kelompok teroris seperti Boko Haram. Mereka telah berjuang untuk menstabilkan wilayah tersebut. Serangan teroris terus menghancurkan Mali, Nigeria, Burkina Faso dan negara-negara tetangga lainnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru