29 C
Jakarta

Diva dan Fairuz (Bagian XIII)

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

“Assalamu’alaikum.” Pak pos mengucapkan salam dengan keras dari luar kantor pesantren.

“Iya pak.” Seorang pengurus pesantren keluar tergopoh-gopoh dan baru menjawab, “Wa’alaikum salam.”

“Benar ini Pesantren Annuqayah?” tanya pak pos sembari melihat alamat kiriman.

“Benar, Pak.”

Pak pos menyodorkan sebuah amplop putih bertuliskan kepada Fairuz Zakyal Ibad beralamatkan Pesantren Annuqayah di Jalan Makam Pahlawan.

Baru saja kiriman itu diterima, pak pos seketika meninggalkan lokasi pesantren. Motor kuning yang dikendarahinya semakin jauh melaju dan akhirnya menghilang di pertigaan jalan.

Fairuz dipanggil lewat corong pesantren. Begitu jelas di telinga, Fairuz seketika bergegas menuju kantor pesantren. Baru saja kemarin dipanggil ke pesantren, kali ini dipanggil lagi. Ia berharap tidak ada masalah dengan pesantren, karena sanksinya yang memalukan dan tidak menyenangkan.

Fairuz berdiri di depan pintu dan mengucapkan salam.

Tidak lama, pintu kantor dibuka dan seorang pengurus menyapa, “Fairuz?”

“Benar, Ustadz.”

“Ada kiriman dari Pos Indonesia.” Amplop putih itu disodorkan.

Kelihatannya amplop itu rapi sekali. Hati Fairuz membatin, surat ini pasti bukan dari santri putri.

“Terima kasih, Ustadz.”

Fairuz kembali ke bilik dengan sejuta kebahagian dan dibukalah ampop itu yang isinya surat undangan.

* * *

“Kak Nadiaaa!” Diva memanggil dengan suara keras sambil berlari kegirangan.

“Ada apa, Div?” Nadia penasaran. Aneh. Tidak seperti biasanya Diva sebahagia ini.

“Tulisan Diva terpilih pada lomba Sayembara Menulis.”

“Beneran?” Nadia seakan tidak percaya. “Selamat ya! Presentasinya kapan, Div?”

“Sepekan lagi. Kak Nadia bimbing Diva buat Power Point dan presentasi ya.”

Nadia guru pertama menulis Diva. Apa pun terkait tulisan, Nadia biasanya yang diberi tahu terlebih dahulu daripada dua temannya, Adel dan Hanum. Apalagi baru pertama ini Diva masuk sepuluh nominasi tulisan terbaik setelah berkali-kali gagal mengikuti sayembara menulis.

Diva pernah mengikuti lomba kepenulisan se-Madura, tapi gagal, malah yang terpilih si Adel. Tapi, Diva ikut bangga teman sendiri terpilih. Pernah Diva mengirimkan tulisan untuk lomba menulis nasional di Malang, dan setelah berbulan-bulan pengiriman tidak ada panggilan ternyata lomba itu selesai sebulan silam dan baru tahu nama Diva Rizka Maulia tidak lolos.

Diva tidak patah semangat. Menulis bukan untuk meraih trofi penghargaan, melainkan lebih daripada itu. Menulis itu menyebarkan ilmu pengetahuan. Bahkan Diva masih ingat pesan Nadia, “Bayangkan setiap ngirim tulisan ke media seperti membuang sampah. Tidak pernah orang mengingat sampah yang telah dibuang. Begitulah tulisan. Tulisan yang sudah dikirim ke media tidak penting diingat kembali, dimuat atau tidak. Biarkan. Dimuat ya syukur. Tidak dimuat tidak usah berkecil hati.”

“Nanti malam kita berkumpul.”

“Di mana? Adel dan Hanum juga ikut?”

“Di kafe pesantren saja. Diva ajak Adel dan Hanum.”

“Baik, Kak.”

“Diva bawa print out tulisannya. Aku mau baca.”

“Baik, Kak.”

Mereka balik ke bilik masing-masing. Adel dan Hanum belum terlihat batang hidungnya. Mungkin lagi di sekolah.

* Tulisan ini diambil dari buku novel “Mengintip Senja Berdua” yang ditulis oleh Khalilullah

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...

Islam Otentik Menolak Separatisme

Usaha membendung arus separatisme dan radikalisme  tidak bisa dilakukan hanya dengan menolak paham separatisme radikal atau menangkap pelaku teror. Melainkan memerlukan sebuah aksi pemerintah...

Palestina Gugat Bahrain Tentang Kebijakan Impor dari Permukiman Israel

Harakatuna.com. Tel Aviv - Kebijakan impor Bahrain dari Israel tidak akan dibedakan antara produk yang dibuat di Israel dan produk dari permukiman di wilayah pendudukan. Menteri Perdagangan, Industri...