25 C
Jakarta

Allahumma Inna Naudzu bika min Radikalisme, Saya Mohon Perlindungan dari Bahaya Radikalisme

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanAllahumma Inna Naudzu bika min Radikalisme, Saya Mohon Perlindungan dari Bahaya Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Selepas melakukan shalat, biasanya orang Islam berdoa. Berdoa merupakan bentuk pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya. Ada sebuah doa yang masih saya ingat selepas shalat subuh. Bunyi begini, “Allahumma inna naudzu bika min al-ilm la yanfa’ dan qalbin ya yakhsa’”. Maksudnya, wahai Allah kami mohon perlindungan kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak khusyuk.

Sebenarnya, masih banyak redaksi doa sesudah shalat yang meminta perlindungan Tuhan dari sesuatu yang negatif. Namun, saya belum menemukan redaksi doa yang meminta perlindungan dari bahaya radikalisme. Semisal begini bunyi doanya, “Allahumma inna naudzu bika min radikalisme”. Saya minta perlindungan kepada Allah dari bahaya radikalisme.

Mengapa penting menghadirkan doa dari bahaya radikalisme? Pertama, radikalisme termasuk paham keagamaan fundamentalis yang tidak dikehendaki oleh Tuhan dan Nabi-Nya, sehingga perlu melindungi diri dari paham berbahaya ini. Tuhan melarang melakukan sesuatu dengan tindakan kekerasan (radikal). Masih ingatkah bunyi ayat Al-Qur’an: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. al-Baqarah: 256)?

Orang yang terpapar radikalisme cenderung melakukan tindakan kekerasan yang dilarang oleh agama. Sebut saja, pengeboman, bom bunuh diri, dakwah provokatif, dan lain sebagainya. Aksi-aksi kekerasan semacam ini jelas dilarang di dalam agama. Agama tidak pernah mengajarkan tindakan amoral tersebut. Agama bahkan menganjurkan untuk menjaga tatanan bumi sebagai disebutkan dalam surah al-A’raf ayat 56: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Pengeboman atau bom bunuh jelas merusak tatanan bumi yang telah diciptakan dengan baik. Begitu pula, dakwah provokatif mengotori pikiran berpikir dengan jernih. Dakwah provokatif yang dimaksud di sini adalah ujaran kebencian yang berpotensi mengadu domba antar dua belah pihak. Biasanya dakwah provokatif ini dilakukan oleh kelompok radikal yang mengaku sebagai ustaz.

BACA JUGA  Perselisihan Gus Yaqut dan Anwar Abbas Menjadi Bukti Ormas NU dan Muhammadiyah Belum Baik-baik Saja!

Kedua, doa sendiri termasuk solusi paling ampuh yang dapat membuka sesuatu yang tertutup dan mengubah sesuatu yang tidak mungkin. Jika usaha memerangi radikalisme sudah dilakukan sekeras mungkin sampai titik nadir, namun paham ini masih tumbuh bagai jamur di tengah hujan, maka solusi untuk mengatasi problem ini adalah doa. Uluran tangan Tuhan jauh lebih kuat untuk melumpuhkan radikalisme.

Kekuasaan Tuhan tidak perlu diragukan lagi. Segala semesta beserta isinya adalah ciptaan-Nya. Sungguh sangat mudah Allah melakukan sesuai dengan kehendak-Nya. Perhatikan redaksi zikir ini untuk membayangkan kekuasaan Allah: La mani’a lima a’thaita wa la mu’thiya lima mana’ta. Maksudnya, tiada seorang pun yang dapat mencegah kehendak Tuhan apabila Dia berkehendak. Sebaliknya, tiada seorang pun yang dapat mencegah kehendak Tuhan bilama Dia tidak berkehendak.

Pentingnya doa bisa juga berkaitan erat dengan hukum Inayatullah atau pertolongan Allah. Hukum berbeda dengan Sunnatullah atau Hukum Sebab-Akibat. Bila hukum Sebab-Akibat dituntut harus masuk akal, maka hukum Inayatullah tidak harus logis. Secara akal sehat sepertinya sulit untuk mencegah radikalisme yang hari demi hari terus berkembang, meski sudah dilumpuhkan. Tapi, tidak ada kesulitan untuk melumpuhkan radikalisme jika doa yang dipanjatkan terkabul.

Berdoa dengan memohon dari bahaya radikalisme merupakan bagian dari doa untuk keselamatan negeri. Negeri adalah tempat di mana kita lahir dan tumbuh, maka perlu berbakti. Perhatikan Nabi Ibrahim yang sangat peduli terhadap negerinya sehingga beliau berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. (QS. al-Baqarah: 126).

Sebagai penutup, radikalisme termasuk paham yang berbahaya. Maka, perlu melindungi diri dari paham tersebut. Satu-satunya cara yang paling ampuh untuk menyelamatkan diri dari paham menyesatkan ini adalah doa. Biasakan berdoa dengan memohon perlindungan dari bahaya radikalisme. Doa yang dipanjatkan ini adalah bentuk dari bakti kepada negeri.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Lulusan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru