25.6 C
Jakarta

Wakapolda Banten Sebut Radikalisme Sebagi Ancaman Keutuhan NKRI

Artikel Trending

AkhbarDaerahWakapolda Banten Sebut Radikalisme Sebagi Ancaman Keutuhan NKRI
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Banten – Wakil Kepala Kepolisian Daerah ( Wakapolda) Banten Brigjen Ery Nursatari menegaskan paham radikalisme dan intoleransi menjadi ancaman keutuhan negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI).

“Paham radikalisme, terorisme dan intoleransi sejak awal kemerdekaan hingga reformasi masih ada dengan bentuk motif dan gerakan yang beraneka ragam,” kata Ery saat pembinaan moderasi beragama bagi pegawai negeri pada Polri bertempat aula Polda Banten, Rabu.

Gerakan paham radikalisme dan intoleransi menjadi ancaman NKRI dan Pancasila, dimana setelah proklamasi kemerdekaan telah terjadi pemberontakan dan kekerasan diberbagai daerah di Tanah Air.

Ancaman kelompok radikalisme telah mengalami evolusi dan cenderung menggunakan isu sara atau agama yang berakibat terjadinya konflik horizontal. “Radikalisme dan intoleransi sebagai embrio dari lahirnya terorisme yang berkembang dengan cepat dampak dari perkembangan lingkungan strategis khususnya teknologi Informasi,” kata Ery.

Ia mengatakan penyebaran keyakinan, doktrin dan ideologi radikalisme dengan mudah disebarkan melalui media sosial. Bahkan, kecanggihan teknologi digitalisasi lebih cepat untuk mempengaruhi masyarakat.

Karena itu, masyarakat bila belajar tanpa guru dipastikan berakibat pemahaman yang salah dan implementasi paham yang dapat menimbulkan permasalahan bagi masyarakat luas.

BACA JUGA  Generasi Milenial Harus Pahami Makna Pancasila untuk Tangkal Radikalisme

Selama ini, kata dia, dinamika yang berkembang menunjukkan tantangan tugas yang lebih besar. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meluasnya penyebaran paham radikalisme dan anti-ideologi Pancasila, menguatnya aksi intoleransi beragama, tindakan anarkis dan konflik sosial serta meningkatnya ancaman disintegrasi bangsa sampai terjadinya gerakan makar yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

“Kami mengajak seluruh personel Polda Banten mari kita bangun komunikasi dan sinergitas dengan melibatkan peran seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat maupun lembaga pendidikan untuk bersama sama memberikan bimbingan agar dapat membentengi diri untuk menangkal pengaruh paham radikalisme serta aksi toreransi demi terwujudnya Banten yang aman dan damai,” jelas Ery.

Kegiatan dihadiri Kakanwil Kemeng Propinsi Banten Nanang Fathurohman, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) KH Amas Tajudin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Romly, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Banten Ali Mukhtarom, Kasatgaswil Densus 88AT Kombes Pol Shaleh Patimura, Pejabat Utama, Tokoh Napiter M Sofyan Sauri, Tokoh Agama Gus Naji dan peserta dari perwakilan Satker Polda Banten serta diikuti Polres jajaran secara virtual..

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru