30.5 C
Jakarta

Viral Nyawer Pelantun Al-Quran, Begini Hukumnya Dalam Islam

Artikel Trending

Asas-asas IslamAl-Qur’anViral Nyawer Pelantun Al-Quran, Begini Hukumnya Dalam Islam
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Belum lama ini sangat viral, ketika ada perempuan yang sedang membaca Al-Quran malah disawer. Biasanya sawer ini sangat kental dengan musik dangdut tentu jika pelantun Al-Quran disawer jelas tidak sesuai dengan tuntunan dan adab yang dianjurkan oleh Rasulullah. Lantas bagaimana sebenarnya hukum nyawer pelantun Al-Quran dan bagaimana adab yang benar ketika mendengarkan Al-Quran.

Dalam Al-Quran sudah sangat jelas, bahwa ketika diperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran harus diperdengarkan dengan seksama. Dalam Al-Qur’an surat al-A’raf ayat 204 disebutkan

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: ”Jika dibacakan Al-Quran, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kamu dirahmati.”

Ayat ini sangat jelas menganjurkan siapa saja yang mendengar lantunan ayat suci Al-Quran untuk mendengarkan dengan seksama. Oleh karenanya Imam Nawawi menjelaskan ketika sedang dilantunkan Al-Quran dilarang untuk bermain sendiri, tertawa dan lain sebainya yang mengganggu fokus mendengarkan Al-Quran

[فصل] ومما يعتنى به ويتأكد الأمر به احترام القرآن من أمور قد يتساهل فيها بعض الغافلين القارئين مجتمعين فمن ذلك اجتناب الضحك واللغط والحديث في خلال القراءة إلا كلاما يضطر إليه وليمتثل قد قول الله تعالى وإذا قرئ القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون….ومن ذلك العبث باليد وغيرها فإنه يناجي ربه سبحانه وتعالى فلا يعبث بين يديه ومن ذلك النظر إلى ما يلهي ويبدد الذهن

Artinya: “Di antara hal yang harus diperhatikan adalah menghormati Al-Quran, terlebih banyak orang yang terlena dengan adab-adab ini. Antara lain adalah orang yang mendengarkan Al-Quran harus menjauhi tertawa terbahak-bahak, membuat gaduh, berbicara saat pembacaan ayat suci Al-Quran (kecuali ada hal darurat yang mendesak, karena Allah berfirman; Jika dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dengan saksama dan diamlah agar kamu dirahmati), bermain sendiri, memandang sesuatu yang tidak pantas atau sesuatu yang bisa memecahkan fokus untuk menyimak Al-Qur’an.” (Imam al-Nawawi, Al-Tibyan fi adab hamalat al-Qur’an halaman 92).

Nyawer Pelantun AL-Quran

Dari keterangan diatas, Imam Nawawi menjelaskan bahwa diantara yang tidak diperkenankan saat mendengarkan Al-Quran adalah berbuat gaduh, bermain sendiri dan memandang sesuatu yang tidak pantas. Dari keterangan ini bisa ditarik kesimpulan bahwa nyawer pelantun Al-Quran adalah tindakan yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan etika mendengarkan Ayat Suci Al-Quran. Hal ini lantaran nyawer pelantun Al-Quran termasuk tindakan yang membuat gaduh. Dan termasuk tindakan yang menyebabkan hilangnya fokus dalam melantunkan Al-Quran

Semoga, kita semua dijauhkan dari hal-hal yang tidak diperkenankan saat diperdengarkan ayat suci Al-Quran. Dan semoga kita semua dicatat sebagai orang-orang yang senantiasa menghormati Al-Quran. Amin.

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru