26.7 C
Jakarta

Tapaki Tahun Politik, Banser NU Rapatkan Barisan Bersiap Jaga Stabilitas Politik Nasional

Artikel Trending

AkhbarDaerahTapaki Tahun Politik, Banser NU Rapatkan Barisan Bersiap Jaga Stabilitas Politik Nasional
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Karanganyar – Apel besar yang diikuti sekitar ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ualama (Banser NU) digelar di lapangan GOR Raden Mas Said, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (8/1/2023) sore.

Apel yang dihadiri anggota Banser dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Karanganyar ini, merupakan rangkaian acara tradisi pembaretan bagi anggota Banser yang lolos pendidikan dan latihan dasar Banser bulan lalu.

Dalam kegiatan apel ini, para anggota Banser berikrar taat dan tunduk pada Ulama, setia kepada NKRI serta menolak adanya praktek politik identitas menjelang pemilu Presiden. Sebab, praktek politik identitas dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang terdiri dari beragam suku bangsa dan agama.

Menjelang tahun politik, seluruh anggota banser diminta untuk merapatkan barisan dan meningkatkan kesolidan. Sebagai ormas yang cukup besar, banser juga diminta menjadi garda terdepan menangkal radikalisme di tanah air.

Pembaretan Banser dimaksudkan agar para anggota Banser memiliki militansi demi membela kehormatan ulama dan NKRI.

Setelah dilakukan penyematan baret-baret Banser kepada peserta-peserta, dilanjutkan dengan apel seluruh anggota Ansor Banser NU se-Kabupaten Karanganyar.

“Banser selalu siap dalam tugas apapun, selagi itu maslahat, seperti kebencanaan, siap dalam tugas pengamanan, serta siap merawat dan menjaga kebhinekaan untuk keutuhan Negera kita,” jelas Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karanganyar, Rosidi.

Sementara itu anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah yang ikut hadir dalam acara pembaretan Banser (barisan Ansor Serbaguna) sebut sayap organisasi Nahdlatul Ulama itu terbilang konsisten menjaga NKRI, Pancasila, dan UU ’45 sejak berdiri 1937 hingga saat ini.

“Banser NU menjadi tulang punggung keberlangsungan keamanan dan pengawalan Nahdliyyin,” papar Luluk.

Ditambahkan Luluk, menjelang tahun Politik Pemilu 2024, peran Banser sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan stabilitas politik nasional.

Dimana momen politik menjadi ajang persaingan yang kerapkali menimbulkan perpecahan antar entitas sosial. Seperti politik rekognisi yang kerapkali dimainkan oleh pihak politis tertentu.

“Banser memiliki andil kuat menjaga keharmonisan antar umat beragama. Seperti yang kita ketahui, dalam arus globalisasi yang bersifat cair, beragamnya identitas keagamaan kerapkali menimbulkan sentimen kolektif. Terlebih segregasi antara mayoritas dan minoritas melalui sejumlah klaim pihak tertentu,” tandasnya.

Aktivis perempuan parlemen tersebut juga berharap regenerasi Banser di Jawa Tengah pada umumnya dan di Karanganyar khususnya terus berjalan dengan lancar melalui sejumlah aktivitas kaderisasi dan pelatihan bersama Ansor.

“Generasi muda NU harus terlibat aktif dalam aktivitas keorganisasi Nahdlatul Ulama. Sebab pemuda-pemudi yang ada saat ini adalah aset bagi NU dan Bangsa Indonesia yang akan datang,” pesan Luluk.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru