25.3 C
Jakarta

UIY Official, Ismail Yusanto, dan Pengedar Narasi HTI

Artikel Trending

Milenial IslamUIY Official, Ismail Yusanto, dan Pengedar Narasi HTI
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. UIY Official adalah channel milik HTI. Channel ini dibuat pada 7 Mei 2021. Sampai hari ini, HTI masih berternak Channel Youtube. Dulunya, HTI ini memiliki channel banyak dan beragam. Mulai dari Khilafah Channel, sampai pada UIY Official.

Pasca bubarnya, channel-channel HTI berganti-ganti. Paling lama antara satu tahun hingga dua tahun. Tidak tahu mengapa ia berpindah-pindah dan membuat sekian banyak channel youtube. Namun, dari gerakannya di internet, hal itulah yang menjadi strategi dalam mengedarkan paham HTI.

Konten-Konten UIY Official

Berbeda dengan channel Youtube Khilafah Channel, UIY Official konten-kontennya terlihat randem. Sedang Khilafah Channel, konten-kontennya merujuk pada dan hanya mendedah persoalan tentang keHTIan.

UIY Official tampak terlihat update. Konton-konten yang dibuat merespons dinamika dan wacana agama, keumatan dan negara mutakhir. Mulai Al-Qur’an dan Pancasila, RUU KUHP, Vonid 4 Tahun HRS?, Tentang Covid-19, Siapa Taliban?, Penista Agama, Papua, Fatwa MUI, Permendikbud, hingga terakhir tentang 212.

Hampir semua konten-konten di atas berisi wajah Ismail Yusanto. Punggawa HTI ini adalah tokoh yang memiliki otoritas di semua UIY Official. Kini, Ismail Yusanto tampaknya kurang berminat untuk mengaku menjadi juru bicara HTI. Atau, kalau masih mengaku jubir, bakal mendekam di penjara.

Sementara, Ismail Yusanto sendiri adalah eks juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dulunya ia begitu nyaring membincangkan, menawarkan dan mengamalkan semua program HTI. Meski kini juga sama. Sama-sama menggelorakan ajaran-ajaran HTI.

Jangan lupa, HTI sendiri adalah organisasi politik Islam yang didirikan sebagai harokoh Islam yang bertujuan untuk mengembalikan kaum muslimin taat kepada hukum-hukum Allah, yakni hukum Islam. Dengan itu, HTI ini mengandaikan hukum Islam cocok ditancapkan di Indonesia. Karena bagi HTI,  Indonesia belum bersyariah Islam.

BACA JUGA  Balkanisasi Teroris di LDK Kampus

HTI sampai kini menganggap bahwa Indonesia masih menjadi negara toghut. Lebih jauh, Indonesia di mata Ismail Yusanto, berada dalam kangkangan neoliberalisme dan neroimperialisme. Untuk itu, HTI beserta Ismail Yusanto menawarkan untuk melindungi Indonesia dari dua ideologi tersebut dengan sistem baru, yakni Khilafah.

Nah, di semua konten UIY Official ini semua tawaran dari perbincangan di dalamnya semuanya dikembalikan pada tawaran semula HTI: Khilafah. Bagi mereka, Khilafah adalah jalan keluar yang pas untuk umat dan bangsa. Padahal semua itu bohong dan belum terbukti.

UIY Official Pengedar Khilafah

UIY Official menjadi wadah dalam pengedaran paham khilafah. Bahkan hingga saat ini channel ini sudah mendapat 10,4 rb subscriber. Rata-rata view kontennya mencapai 2,2 ribuan. Cukup banyak penontonnya. Dan karena itu, mereka cukup semangat dalam mengedarkan paham-paham khilafah.

Kesanalah perjuangan mereka tegak dan terarahkan. Mereka lewat channel UIY Official ini, mencoba memainkan narasi bahwa fenomena bencana semesta alam di Indonesia adalah kekejaman negara ini. Lalu mereka mencoba mendongkel itu dan kemudian memberikan solusi bahwa hanya merekalah yang bakal menjadi pahlawan atas kejadian-kejadian tersebut.

Mereka lewat channel UIY Official, memainkan narasi bahwa hanya khilafalah yang bakal menolong umat manusia di dunia. Mereka menarik masalah-masalah umat kemudian memoles itu dengan narasi agama. Baginya, andaikan ingin menyelesaikan masalah di dunia, konsepnya harus di bawah panji-panji khilafah.

Di bawah sistem dan panji khilafah, terandaikan umat di dunia bakal sentosa. Di bawah sistem dan panji khilafah, terandaikan Islam kembali kepada kejayaannya. Dengan sistem dan panji khilafah, terandaikan Alquran, ulama, dan bendera tauhid berkibar di angkasa. Itu menurut HTI. Tapi boong?

Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru