26.8 C
Jakarta

Tiga Titik Rawan Radikalisme di Sumenep

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Harakatuna.com. Sumenep – Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim menyebut, ada tiga titik rawan adanya paham radikalisme di Kabupaten Sumenep, Madura. Hal itu disampaikan Abuya Busyro Karim kepada Menko Polhukam, Mahfud MD saat berkunjung ke Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk. “Kami melaporkan bapak Mahfud MD, tentang radikalisme di Sumenep,” kata Abuya Busyro Karim, Minggu (4/10/2020).

Abuya Busyro Karim menuturkan, tidak ada tren kenaikan, meskipun ada tiga titik yang masuk dalam pengawasan pemerintah bersama Polres Sumenep dan Dandim 0827 Sumenep “Di Sumenep ini hanya ada tiga titik, saya tidak ingin menyebutkan desanya,” sambung dia.

“Kami punya data tentang siapa saja yang memang masuk di Kabupaten Sumenep, kami ini artinya Pemerintah Kabupaten Sumenep,” ungkap dia.

“Tiga titik itu trennya malah napi yang memang keluar dan itu teroris, dan itu kembali ke beberapa titik. Tiga titik yang ada di Kabupaten Sumenep ini ada tiga desa,” kata mantan Ketua DPRD Sumenep ini.

Sumenep Menolak Radikalisme

Menurut Bupati, para pelaku yang menganut atau menyebarkan paham radikalisme itu tampaknya pasti tidak bisa bergerak dengan leluasa. “Karena kultur Sumenep itu menolak dengan cara-cara kekerasan. Sehingga hanya cukup, bahkan satu titik itu hanya ada 10 orang,” tuturnya.

“Kami punya data, punya nama dan semacamnya pemerintah kabupaten Sumenep tentang masalah radikalisme yang ada di Kabupaten Sumenep itu. Dan tidak ada tren yang positif kenaikan radikalisme tidak ada, bahkan seandainya ada gerakan-gerakan sepertinya saja radikal itu masih berkomunikasi dengan kami,” katanya.

Hadirnya Mahfud MD ke Kabupaten Sumenep, diharapkan Abuya Busyro Karim, dapat memberikan pencerahan pemikiran-pemikiran. Alasannya, karena media sosial saat ini bagi yang tidak cerdas kadang-kadang itu dijadikan ketiga setelah Quran hadist dan media sosial. “Sepertinya kebenaran ada di sana, dan itulah perlunya pendekatan dari semua pihak, untuk terus melakukan pendekatan-pendekatan pencerahan bertemu dan berbicara dan insyaallah itu akan memberikan dampak yang positif,” ujarnya.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...