27.5 C
Jakarta

Serial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXXIII): Badri Wijaya Terpapar Terorisme karena Ketidaktelitian Menerima Informasi

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXXIII): Badri Wijaya Terpapar Terorisme karena Ketidaktelitian Menerima...
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Masihkah aksi-aksi terorisme akan terus berlangsung beriringan dengan pergantian kepemimpinan pada tahun 2024 ini? Pertanyaan ini mungkin juga terbersit dalam benak Anda sebagai pemerhati isu terorisme. Pertanyaan ini juga bisa dijawab dengan dua kemungkinan: iya atau tidak.

Aksi-aksi terorisme akan sangat mungkin berhasil tuntas dan tidak muncul kembali jika deradikalisasi terus dilakukan. Karena, bagaimana pun terorisme di Indonesia memiliki jaringan dengan terorisme di luar negeri. Cara lain yang penting dilakukan adalah pemutusan jaringan terorisme tersebut.

Sebaliknya, aksi-aksi terorisme akan terus bergulir meski kepemimpinan berganti jika paham berbahaya ini tidak diperhatikan. Pemerintah terus melebarkan sayap untuk melakukan deradikalisasi melalui BNPT, BIN, dan Densus 88. Beberapa sayap ini cukup efektif dalam menangani aksi-aksi terorisme. Lebih dari itu, terus dipantau perkembangan isunya.

Berkat usaha pemerintah dalam memberantas terorisme, banyak pelaku teror atau teroris yang bertobat dan hijrah ke jalan yang benar. Salah seorang mantan narapidana teroris yang sudah bertobat adalah Badri Wijaya. Badri sempat terlibat aksi teror dalam konflik Ambon pada 2001. Dia mengakui yang dilakukannya merupakan kesalahan, kerena tidak baik dalam menyerap informasi.

Ketidaktelitian Badri dalam menyerap informasi benar-benar telah berakibat pada dirinya sendiri. Dia menelan informasi yang mengantarkan dia terpapar radikalisme-terorisme. Seharusnya dia mengkonfirmasi informasi itu kepada orang yang paham tentang isu terorisme dan orang yang memiliki pemahaman ilmu keagamaan yang mendalam.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXXVII): Aksi dan Dukungan terhadap Eks Napiter Salsa Bangkit dari Stigma Teroris

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa: ”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat: 6).

Pada ayat ini ditekankan bagi orang mukmin, termasuk Badri sendiri, untuk memeriksa dengan teliti jika menerima informasi dari orang fasik. Karena, kelalaian dalam menelaah informasi akan mengakibatkan penyesalan di kemudian hari. Penyesalan ini bisa berupa terpapar terorisme seperti yang terjadi pada Badri tersebut. Lebih dari itu, orang lain akan mendapatkan dampak negatifnya sebab perbuatan Badri itu.

Sebagai penutup, Badri sudah menyadari kekeliruan di masa lalunya. Dia sudah menyesal dan berjanji tidak bakal melakukan dosa yang serupa di masa mendatang. Hikmahnya, Anda hendaknya berhati-hati dengan radikalisme-terorisme agar Anda tidak melakukan hal yang sama sebagaimana dilakukan oleh Badri. Dan, bagi pelaku teror hendaknya segera bertobat dan menyadari perbuatannya.[] Shallallahu ala Muhammad.

*Tulisan ini diramu dari cerita eks napiter Badri Wijaya yang dimuat di media online Detik.com

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru