27.8 C
Jakarta

Serial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXXI): Arif Murtopo Eks Anggota JAD Ikrar Setia ke NKRI

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXXI): Arif Murtopo Eks Anggota JAD Ikrar Setia...
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Terorisme mungkin akhir-akhir ini mulai tak terdengar kembali isunya. Apakah terorisme merupakan isu buatan? Ataukah isu terorisme merupakan proyek politik yang sengaja dibuat? Entahlah, terlepas dari isu politik atau tidak, yang jelas terorisme menjadi isu yang nyata adanya dan perlu diatasi.

Membahas pentingnya mengatasi terorisme seiring dengan pentingnya memilih pemimpin yang bijaksana. Karena, pemimpin itu yang kebijakan dalam mengendalikan suatu negara. Artinya, jika pemimpinnya tidak bijak maka sangat mungkin terorisme dijadikan lokomotif politiknya. Tragis, bukan?

Menjelang Pemilihan Umum 2024 kita hendaknya selektif dalam menentukan pemimpin yang layak membuat kebijakan deradikalisasi. Apakah dia Anies, Prabowo, atau Ganjar? Tulisan ini tak punya hak menjawabnya. Sebab, dengan kebijakan yang bener pelaku terorisme akan hijrah menuju NKRI.

Dari kebijakan yang telah berjalan, meski tidak sepenuhnya maksimal, deradikalisasi benar-benar berhasil. Buktinya, ada seorang teroris yang sekarang sudah bertobat. Dialah Arif Murtopo. Arif sebelumnya merupakan anggota kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dalam beberapa informasi, JAD merupakan sebuah kelompok militan Indonesia yang mayoritas anggotanya memiliki koneksi yang kuat dengan dua orang mendiang gembong teroris asal Malaysia, Dr. Azahari dan Noordin M. Top serta dilaporkan memiliki kaitan dengan pengeboman Surabaya pada tahun 2018 dan pengeboman Makassar pada tahun 2021.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Eks Napiter (C-LI-XXIV): Derry Mulyawan, Eks Napi Teroris di Riau Ikut Upacara HUT Kemerdekaan RI

Akibat dari perbuatannya, Arif mendapatkan vonis 3,5 tahun dan baru masuk di Lapas Ngawi 14 Maret 2023. Dia diberikan diberikan pembinaan khusus. Kolaborasi juga dijalin dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sehingga pembinaan bisa maksimal. Pembinaan ini termasuk langkah mengobati paham radikal yang mencekal akal sehatnya untuk berpikir logis.

Melalui usaha yang sungguh-sungguh, pembinaan terhadap Arif berjalan lancar dan koperatif. Bahkan, dukungan rekan sejawat mantan napiter yang sudah bebas juga bisa mempercepat dan semakin memantapkan keyakinan Arif. Sehingga, bisa membantu pihaknya melakukan pembinaan secara optimal.

Sebagai penutup, deradikalisasi itu bisa berjalan jika ditopang dengan usaha maksimal pemimpin. Maka, penting memiliki pemimpin yang anti-terorisme. Lihat saja bagaimana Arif bisa hijrah dari terorisme sebab usaha maksimal pemerintah melalui BNPT.[] Shallallahu ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita eks napiter Arif Murtopo yang dimuat di media online Detik.com

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru