34.1 C
Jakarta

Rusia Beberkan Jejak Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Moskow

Artikel Trending

AkhbarInternasionalRusia Beberkan Jejak Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Moskow
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Moskow – Penyelidik Rusia menemukan bukti jejak dugaan keterlibatan Ukraina dalam aksi terorisme yang belum lama ini terjadi di Moskow, Rusia. Ukraina diminta Rusia merespons soal dugaan keterlibatan tersebut.

Pihak Rusia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menuntut Ukraina menangkap dan mengekstradisi semua orang yang diduga terlibat. Pun, serangan teror berdarah di Balai Kota Crocus, Moskow pada 22 Maret 2024 membuat geger publik internasional.

Sedikitnya 140 orang tewas dan 500 luka-luka imbas teror mematikan di Crocus tersebut. Rusia menyebut sudah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap pelaku teror yang diduga menyeret Ukraina.

“Serangan teror berdarah di Balai Kota Crocus Moskow bukanlah serangan teroris pertama di negara kita dalam beberapa waktu terakhir. Investigasi yang dilakukan oleh badan-badan kompeten Rusia mengungkap jejak Ukraina dalam kejahatan ini,” demikian pernyataan Kemlu Rusia dikutip dari TASS, Senin, 1 April 2024.

Kemlu Rusia mengeluarkan permintaan ke pihak berwenang Ukraina agar segera menangkap dan mengekstradisi semua orang yang terlibat dalam serangan teror tersebut. Hal itu berdasarkan Konvensi Internasional untuk Pemberantasan Bom Teroris dan Konvensi Internasional untuk Pemberantasan Pendanaan Terorisme. Otoritas Rusia menyebut nama Chief Security Service of Ukraine (SBU), Vaily Malyuk.

BACA JUGA  AS Lancarkan Serangan Lanjutan Terhadap Lokasi Radar Houthi

“Di antara mereka adalah Kepala SBU Vasily Malyuk, yang pada tanggal 25 Maret mengakui bahwa Ukraina telah mengorganisir serangan di Jembatan Krimea pada Oktober 2022 dan mengungkapkan rincian serangan teror lainnya di Rusia,” demikian pernyataan Kemlu Rusia.

Pihak Rusia mengingatkan agenda memerangi terorisme internasional adalah kewajiban setiap negara. Maka itu, Rusia menuntut agar rezim Ukraina saat ini menghentikan dukungan apa pun terhadap kegiatan teroris.

“Mengekstradisi mereka yang bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada para korban atas kerugian yang menimpa mereka,” lanjut keterangan Kemlu Rusia.

“Pelanggaran Ukraina terhadap kewajibannya berdasarkan anti-teroris konvensi ini akan memerlukan tanggung jawab berdasarkan hukum internasional,” jelas Kemlu Rusia.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru