30.3 C
Jakarta

Membaca Novel Tidak Ada Manfaatnya, Benarkah?

Artikel Trending

KhazanahLiterasiMembaca Novel Tidak Ada Manfaatnya, Benarkah?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Membaca Novel sering kali dianggap hanya membuang-buang waktu saja. Katanya, tidak ada manfaatnya. Saya sering mendapat komentar miring ketika selalu membaca novel, baik ketika membaca buku fisik maupun digital atau di platform-plarform. Katanya, “Buat apa sih baca novel, ngga ada ilmu nya”, “Ngapain selalu baca novel, emang ada manfaatnya?” Dan komen-komen miring lainnya. Jadi mengarah ke book shaming, ngga sih?

Apabila dibandingkan, novel memang sepintas kalah dengan buku non-fiksi yang hampir semua lembarannya berisi ilmu. Novel lebih banyak cerita-ceritanya, apalagi ceritanya didapat dari imajinasi belaka pula. Namun, siapa bilang kalau tulisan yang berupa cerita tidak mengandung pelajaran atau ilmu juga? Bahkan tidak menutup kemungkinan, pelajaran yang didapat dari cerita akan lebih abadi.

Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menunjukkan watak dan sifat pelaku. Membaca novel pasti mempunyai banyak manfaat tidak seperti anggapan orang-orang yang katanya hanya membuang-buang waktu. Berikut manfaatnya.

Meredakan Stres

Membaca novel dengan genre yang ringan dapat meredakan stres seseorang. Dengan membaca cerita dan tenggelam di dalamnya, maka keruwetan yang sedang seseorang alami akan hilang, ia akan lebih fokus pada cerita di novelnya daripada menekuri kestresan kehidupan aslinya.

Apalagi ketika novel yang dibaca adalah novel humor atau pun genre yang tidak terlalu berat seperti romantis, petualangan dan yang lain-lain. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ia menemukan pelajaran ataupun solusi terhadap masalah atau kestresan yang ia alami.

Membuka Pikiran

Dalam berbagai novel memuat banyak-banyak cerita yang berbeda-beda pelajarannya. Tentang kisah perjalanan seseorang menemukan Tuhannya, tentang kisah dua orang yang berjuang menggapai cintanya, Tentang perjuangan orang tua untuk kecukupan hidup anaknya, tentang persahabatan yang tak goyah meski banyak ujian dan masih banyak kisah-kisah lain yang dapat membuat pikiran kita lebih terbuka.

Bisa saja, kita tidak pernah merasakan hal yang demikian, namun karena pernah membaca novel dengan judul dan mengandung pembelajaran yang demikian, kita bisa mengerti. Tidak mengalami tapi dapat memahami. Banyak sekali pelajaran hidup yang tidak semua di dapatkan di dunia nyata, namun di dapat di dunia fiksi dengan sering membaca novel, genre apa saja.

Lebih Peka

Sering banget dibilang “Baperan, abisnya yang dibaca novel terus”. Setalah dipikir-pikir memang iya ya, setelah membaca banyak kisah yang menyentuh hati, saya merasa lebih peka, lebih baper dan lebih perasa. Dan ternyata, ketika saya bertemu dengan orang-orang yang juga sama-sama suka membaca novel, mereka pun merasakan hal demikian. Judge Baperan pun semakin orang lain koar-koarkan untuk kami, sang pecinta novel.

BACA JUGA  Refleksi Dunia Literasi; Suka Duka Menjadi Seorang Penulis

Sifat baper, peka dan perasa memang akan dimiliki oleh seorang pecinta novel, sebab pecinta novel sudah banyak kali membaca kisah-kisah sehingga membuat mereka membawa kisah-kisah tersebut sebagai pembelajaran di kehidupan nyatanya.

Contoh ketika kita membaca novel yang menceritakan tentang seorang anak yang tidak dipedulikan orang tuanya bahkan disiksa, ketika membacanya kita sudah merasakan betapa sakit dan tidak enaknya diperlakukan demikian, sehingga di kehidupan nyata ketika ia menemukan seseorang yang bernasib sama seperti novel, rasa kasihan dan ingin melindungi pasti ada.

Setiap kisah Entang baik atau buruk semuanya akan direkam jelas dan dibuat pelajaran sehingga ketika tak sengaja salah satu kisah novel mereka alami, maka ia akan lebih baper, perasa atau pun peka daripada orang lain.

Meningkatkan Daya Ingat

Dengan membaca, maka daya ingat kita akan tinggi, apalagi jika membaca tentang kisah. Bukankah memang lebih gampang mengingat cerita daripada perhitungan atau point point yang banyak?

Saya sering mendapati bahkan saya sendiri kalau sudah membaca sebuah novel kemudian diceritakan pada orang lain, itu kita dapat menceritakan dari awal sampai akhir, alurnya bagaimana konfliknya bahkan dengan nada gregetnya. Bahkan meskipun novel yang mempunyai halaman tebal dari 200an halaman hanya dengan membaca sekali, dipastikan pasti dapat bercerita dari awal hingga akhir.

Novel sangat mudah diingat sehingga dengan sering membaca novel maka kita seperti terlatih meningkatkan daya ingat meski tidak sedang membaca novel.

Mengembangkan Imajinasi

Yup betul, dengan banyak membaca apalagi membaca novel yang memang hasil dari imajinasi, maka kita juga dapat dengan mudah mengembangkan imajinasi menjadi lebih tinggi. Sebab, sudah ratusan maupun ribuan kita telah membaca hasil-hasil imajinasi orang lain yang dapat kita jadikan pertimbangan ataupun ide untuk dapat mengembangkan imajinasi dari kita sendiri.

Rata-rata penulis novel yang bergenre beda-beda ini terlahir sebab telah membaca banyak ratusan novel orang lain. Memang biasanya setelah membaca sebuah novel, pikiran kita akan berkelana dan menimbulkan ide-ide baru sehingga hal tersebut dimanfaatkan untuk juga berpartisipasi menulis novel dengan banyak berkaca pada novel orang lain.

Menambah Wawasan

Satu hal ini memang tidak dapat dipungkiri. Dengan banyak membaca karya-karya dari orang lain, maka kita akan lebih banyak mendapat wawasan baru, pelajaran baru serta pembedaharaan kata baru yang dapat bermanfaat untuk karya kita sendiri atau bahkan sebagai bahan public speaking dan landasan ketika kita akan berdiskusi dengan orang.

So, kata siapa membaca novel hanya menyia-nyiakan waktu dan tidak ada manfaatnya sama sekali? Sudah baca novel belum? Awas ketagihan loh yaa kalau sudah baca!

Sulfaini
Sulfaini
Penulis Fiksi

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru