32.1 C
Jakarta

Kepolisian Turki Tangkap 36 Tersangka Anggota ISIS

Artikel Trending

AkhbarInternasionalKepolisian Turki Tangkap 36 Tersangka Anggota ISIS
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Ankara – Sebanyak 36 orang yang diduga menjadi anggota kelompok ekstrem Islamic State of Irak and Syria (ISIS) telah ditangkap oleh Kepolisian Turki pada Minggu (21/4). Penangkapan anggota kelompok ekstrem dilakukan untuk menjaga stabilitas kawasan dan keamanan di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam momentum-momentum tertentu.

Seperti dilansir Antara dari Xinhua, dalam tahun-tahun sebelumnya, Turki menetapkan ISIS sebagai organisasi teroris pada 2013. Turki juga dengan tegas menyalahkan mereka atas serentetan serangan mematikan di negaranya sejak 2015.

Petinggi Turki memandang ISIS sebagai gerakan lokal di Irak yang dalam perkembangannya menjadi gerakan transnasional. Penangkapan ini memiliki alasan kuat, karena di bulan-bulan sebelumnya ISIS membuat pernyataan yang berisi ancaman akan menyerang pertandingan perempat final Liga Champions 2023/2024.  

Minggu lalu, pemerintah Prancis mengemukakan tidak ada ancaman nyata aksi terorisme dari kelompok ISIS dalam ajang pertandingan Liga Champions 2023/2024 yang mempertemukan Paris Saint-Germain melawan Barcelona di Stadion Parc des Princes Paris pada Rabu 10 April 2024 waktu setempat. Namun, pihaknya tetap waspada. Hal ini sama dangan apa yang Turki lakukan selama ini.

“Pada pertemuan kabinet hari ini, Prancis Gerald Darmanin mengonfirmasi tidak ada sebuah ancaman nyata, namun kami tetap berhati-hati setiap saat,” kata Juru Bicara Pemerintah Prancis Prisca Thevenot seperti diwartakan AFC, Rabu.

BACA JUGA  Erdogan Sebut Penghapusan Terorisme Wujudkan Peta Pembangunan dengan Irak

Pernyataan itu dikemukakan berkaitan dengan munculnya pernyataan dari kelompok ISIS yang mengancam akan menyerang pertandingan perempat final tersebut.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan kelompok ISIS telah mengancam pertandingan perempat final Liga Champions pada Selasa dan Rabu, bukan hanya pertandingan PSG vs Barcelona saja. Ia mengatakan ada ancaman yang jelas-jelas diungkapkan secara terbuka oleh ISIS. “Polisi yang saya ajak bicara pagi ini telah memperkuat langkah-langkah keamanan,” kata Gerald.

Pemerintah Prancis pun memberlakukan pengamanan yang ketat menyusul potensi gangguan dari kelompok ISIS pada pertandingan Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona. Sebab, ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran Pelatih PSG Luis Enrique yang mengatakan dalam konferensi pers prapertandingan, “Siapa yang tidak khawatir dengan ancaman teroris?”.

“Saya harap ini adalah sesuatu yang bisa dikendalikan dan itu hanya ancaman serta tidak akan terjadi apa-apa,” ujar Luis Enrique.

Merespon ancaman kelompok ekstrem ISIS tersebut, Turki mengambil sikap tegas. Pejabat negara transkontinental ini tidak segan-segan untuk memitigasi potensi ancaman teror tersebut. Turki mamandang ISIS telah berhasil membuat teror yang menghantui pikiran masyarakat, terutama dalam menghadapi perempat final Liga Champions ini.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru