31.3 C
Jakarta

Karena Berbagi, Orang Ini Gagal Miskin Selamanya

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Di zaman Nabi Musa AS, ada sepasang suami istri yang hidup dengan penuh kemiskinan dan mereka menghadapinya dengan penuh kesabaran.

Suatu ketika, tatkala mereka beristirahat, sang istri bertanya kepada suaminya: “Wahai suamiku, bukankah Musa adalah seorang Nabi yang bisa berbicara dengan Tuhannya (Allah).?”

Lalu sang suami menjawab : “Ya, benar”

Sang istri berkata lagi: “Kenapa kita tidak pergi saja kepada-nya untuk mengadukan kondisi kita yang penuh dengan kemiskinan dan memintanya agar ia berbicara kepada Robb-nya, agar Dia menganugerahkan kepada kita kekayaan ?”

Akhirnya mereka mengadukan kemiskinannya itu kepada Nabi Musa AS, lalu Nabi Musa pergi menghadap Alloh SWT dan menyampaikan keadaan keluarga tersebut, dan Alloh SWT berfirman kepada Musa:

“Wahai Musa, katakanlah kepada mereka, aku akan memberikan kedapa mereka kekayaan, tetapi kekayaan itu aku berikan hanya satu tahun dan setelah satu tahun, akan aku kembalikan mereka menjadi orang miskin kembali.”

Lalu Nabi Musa menyampaikan kepada mereka bahwasanya Alloh telah Mengabulkan permohonan mereka, dengan syarat kekayaan itu hanya satu tahun lamanya. Dan mereka menerima kabar tersebut dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan.

Beberapa hari kemudian datanglah rizqi yang melimpah dari jalan yang tak diketahui darimana arahnya dan merekapun menjadi orang terkaya pada saat itu.

Keadaan merekapun berubah dengan kekayaan yang melimpah.

Lalu sang istri berkata kepada suaminya:

“Wahai suamiku, selama setahun ini kita akan memberi makan orang-orang miskin dan menyantuni anak-anak yatim mumpung kita masih punya kesempatan, karena setelah setahun kita akan kembali miskin.”

Sang suami menjawab: “Baiklah, kita akan menggunakan harta ini untuk membantu orang-orang yg membutuhkannya.”

Kemudian mereka membantu orang-orang yang membutuhkan dan membangun tempat-tempat singgah para Musafir, serta menyediakan makan gratis bagi orang yang membutuhkan.

Setelah satu tahun berlalu, mereka masih tetap sibuk menyediakan makanan sampai mereka lupa bahwasanya sudah setahun lebih mereka menjadi orang kaya dan mereka lupa bahwa akan kembali menjadi orang miskin.

Nabi Musa pun heran melihat keadaan mereka yang tetap kaya, kemudian Nabi Musa bertanya kpd Alloh SWT : “Ya Robb, bukankah Engkau berjanji Memberikan mereka kekayaan hanya satu tahun saja, kemudian setelah itu Engkau akan kembalikan mereka pada kemiskinan seperti semula?”

Alloh-pun berfirman:

“Wahai Musa, AKU telah membuka satu pintu rizqi kepada mereka, tetapi mereka membuka beberapa pintu rizki untuk hamba-hamba Ku.”

“Wahai Musa, maka AKU Titipkan lebih lama kekayaan itu pada mereka.”

“Wahai Musa, AKU sangat Malu jikalau ada Hamba-Ku yang lebih Mulia dan lebih Pemurah dari Pada-Ku.”

Nabi Musa menjawab:

سبحانك اللهم ماأعظم شأنك وأرفع مكانك

“Maha Suci Engkau Ya Alloh yang Maha Mulia lagi Maha Penyayang.”

Jangan tanyakan nikmat mana lagi yang belum kita dapatkan, tapi tanyalah lagi nikmat mana yang belum kita syukuri dan belum kita infakkan.

Kita sering lupa bahwa nikmat karunia Allah itu hanyalah titipan yang bisa diambil oleh-Nya kapan saja Dia mau ambil.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Permohonan Maaf Habib Rizieq Bukti Revolusi Akhlak?

Kelihatannya memang benar, meski tak sepenuhnya setuju, bahwa kedatangan Habib Rizieq, sosok yang disebut sebagai Imam Besar ini, tidak lain sebagai salah satu faktor...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Tidak Ada Toleransi Bagi Teroris

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan tidak ada toleransi bagi teroris di Poso, Sulawesi Tengah, yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur...

Hukum Mengakses Wifi Tanpa Izin, Haramkah?

Di zaman serba canggih ini, kebutuhan akan akses internet sangat meningkat. Akses internet telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi layaknya kebutuhan sandang, papan...

Kampus Harus Berani Suarakan Kewaspadaan Penyebaran Paham Radikal

Harakatuna.com. Medan – Perguruan tinggi dengan para akademisinya aktif menyuarakan kewaspadaan penyebaran paham radikal intoleran serta memberikan pembelajaran literasi digital kepada mahasiswa dan generasi...

Melihat Poros Radikalisme di Tubuh Pendidikan dan Tafsir Remoderasinya

Bukan barang aneh dan baru di tubuh pendidikan tercemari paham radikalisme. Keterlibatan dan bersemayam paham radikal sudah lama dan nampaknya seolah menjadi model di...

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...