Karakter Masyarakat Sesuai Kondisi Masjidnya


Harakatuna.com. Jakarta-Kamis (14/3) Forum Silaturahmi Takmir Masjid (FSTM) Kementrian/Lembaga BUMN menyelenggarakan halaqoh kemasjidan di Hotel Molvcco dengan tema “Pengarustamaan Masjid Sebagai Sarana Menyebarkan Kesejukan, Perdamaian, dan Islam rahmatan lilalamin”.

Ketua umum FSTM KLB, KH Ahmad Yani menyatakan bahwa halaqoh ini penting diselenggarakan untuk mengingatkan pada seluruh pengurus masjid untuk bersama-sama menjaga kesuciaannya dari praktik politisasi masjid yang marak akhir-akhir ini teruma pada momentum pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019 “Mari kita bersama-sama memakmurkan masjid dan menjaga kesuciannya di tengah kerasnya kontestasi politik tahun 2019 ini,” Pintanya.

Hadir pada acara halaqoh kemasjidan ini menghadirkan tiga pembicara, KH Masdar Farid Mas’udi, Waketum Dewan Masjid Indonesia, KH Masduki Baidlowi, Ketua MUI Bidang Infokom, KH Khoirul Huda Basyir, Sekretaris Menteri Agama RI.

KH Masdar Farid Masudi bahwa memakmurkan masjid adalah tanda orang beriman, memakmurkan dalam Alquran ada dua yaitu satu untuk memakmurkan masjid dan dua untuk memakmurkan bumi, oleh karenanya memakmurkan masjid pada hakekatnya harus ditujukan untuk memakmurkan dunia dan akhirat.” Wujud memakmurkan tersebut dalam konteks ini adalah lahirnya Islam Nusantara, karena Islam Nusantara berhasil mengejawantahkan Islam sebagai agama yang mendorong untuk menciptakan kemakmuran dunia akhirat.

Sementara itu, KH Khoirul menyatakan bahwa melihat karakter masyarakat bisa dilihat dari masjidnya, apabila masjidnya bersih dan banyak jamaahnya, maka menunjukkan masyarakatnya makmur dan rajin. Oleh karenanya memakmurkan masjid seperti halnya membangun peradaban.

” Salah satu contoh memakmurkan masjid dengan banyak jamaahnya dapat diwujudkan dengan menerapkan doktrin dan ajaran yang tepat, Seperti contoh orang yang mengikuti mazhab Hambali menyatakan bahwa sholat jamaah adalah Wajib Ain, maka dengan demikian masjidnya kian ramai dengan jamaah dan kajian, sedangkan mazhab Syafii menyatakan bahwa sholat jamaahnya adalah sunah muakkad, makanya tak heran orang-orang nahdhiyah kurang ghirohnya dalam berjamah” Pungkasnya.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Berdakwah Butuh Cara Simpati dan Empatik

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.