Harakatuna.com. Roma — Kejaksaan Agung Italia membuka investigasi terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, terkait insiden pencegatan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Jalur Gaza. Kantor berita Italia, ANSA, melaporkan bahwa penyelidikan tersebut juga mencakup dugaan perlakuan terhadap para aktivis yang ditahan dalam kondisi yang disebut tidak manusiawi setelah kapal dicegat.
Investigasi turut menyoroti tindakan Ben Gvir yang disebut mengejek para aktivis saat mereka terlihat berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung di Pelabuhan Ashdod. Global Sumud Flotilla diketahui memulai pelayaran pada April lalu menuju Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya menembus blokade yang diberlakukan di wilayah tersebut. Misi tersebut melibatkan puluhan aktivis, pegiat solidaritas, serta sejumlah tokoh politik dan anggota parlemen dari Italia maupun negara-negara Eropa lainnya.
Pencegatan kapal oleh otoritas Israel di perairan internasional serta pemindahan para peserta ke Ashdod memicu reaksi dan kritik luas di Italia. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, bersama Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menyampaikan kecaman terhadap peristiwa tersebut dan meminta penjelasan dari pihak Israel.
“Kejadian tersebut tidak dapat diterima dan merendahkan martabat manusia,” demikian pernyataan yang disampaikan otoritas Italia sebagaimana dikutip media setempat.
Perkembangan ini terjadi di tengah adanya langkah hukum lain di tingkat internasional. Sejumlah pembela hak asasi manusia disebut telah mengajukan permintaan kepada Mahkamah Pidana Internasional untuk memperluas penyelidikan yang tengah berlangsung terkait perang di Gaza. Permintaan tersebut bertujuan agar dugaan pelanggaran terhadap para aktivis Global Sumud turut dimasukkan dalam cakupan investigasi internasional yang sedang berjalan.










Leave a Comment