25.4 C
Jakarta

Corona, New Normal dan Kerugian di Akhirat Yang Mengerikan

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Tidak bisa dipungkiri bahwa Covid-19 atau pandemi corona yang menyerang dunia beberapa bulan ini telah  menimbulkan banyak kerugian. Lumpuhnya ekonomi masyarakat, bertambahnya jumlah penggangguran, pemutusan hubungan kerja yang begitu masif adalah sedikit contoh dari dampak yang dirasakan. Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh pandemi corona ini belum akan bisa dikendalikan sebelum ditemukannya vaksin corona. Namun demikian untuk meminimalisir kerugian, pemerintah menetapkan kebijakan New Normal demi menjaga ekonomi masyarakat.

New Normal yang digagas pemerintah ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa beraktifitas seperti sediakala namun dengan prosedur kesehatan. Seperti mengenakan masker, jaga jarak, kerja virtual dan lain sebagainya. New Normal ini jelas merupakan kebijakan yang dicanangkan untuk berdamai dengan virus corona dalam setiap lini kehidupan manusia

Usaha untuk meminimalisir dan menggurangi kerugian yang disebabkan oleh pandemi corona harus terus dilakukan. Hal ini karena berkaitan erat dengan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Tugas memakmurkan bumi dan memakmurkan manusia ini memberikan dorongan manusia untuk segera menemukan solusi untuk mengatasi ini semua.

Walaupun kita mengetahui dampak kerugian yang disebabkan pandemi corona ini begitu besar. Namun kita tetap harus bisa mengambil hikmah dari kejadian ini dan berpikiran bahwa kerugian didunia tidaklah sebesar kerugian di akhirat.

Kerugian di akhirat harusnya lebih menjadi pelecut semangat bagi manusia untuk bisa menyiapkan langkah strategis guna menghadapinya. Ya jelas kerugian di akhirat sungguhlah mengerikan. Namun demikian, apa itu kerugian di akhirat yang mengerikan dan bagaimana solusi agar terhindar dari kerugian di akhirat tersebut…?.

Corona, New Normal dan Kerugian Di Akhirat Yang Mengerikan

Untuk menjawab pertanyaan ini perhatikan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Bahsasanya Nabi Muhammad bersabda

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Artinya: “Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang rugi) itu?”. Para sahabat menjawab, “Muflis itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda”. Maka Nabi ﷺ berkata : “Muflis dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci ini, menuduh orang lain (tanpa hak), makan harta si anu, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang menjadi korbannya akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka (korban) akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”. (HR. Muslim No. 2581)

Dari hadis ini jelas bisa diambil kesimpulan bahwa kerugian di akhirat adalah orang yang datang di akhirat dengan membawa pahala amal ibadahnya. Namun pahala tersebut habis karena dibagikan kepada orang yang dizaliminya didunia dan ia dilemparkan kedalam Neraka.

Kerugian di akhirat jelas lebih mengerikan daripada kerugian di dunia. Betapa tidak orang yang rugi ini sebenarnya telah datang menuju tuhannya dengan berbagai pahala sholatnya, puasanya dan amal ibadahnya. Namun pahala tersebut sirna dengan dibagikan kepada orang-orang yang telah disakitinya dan dizaliminya di dunia.

Tentu adanya pandemi corona ini mengasah kepedulian kita untuk terus berbagi terhadap sesama. Pemerintahpun telah menatapkan kebijakan New Normal untuk mengatasi kerugian yang disebabkan oleh pandemi corona ini. Namun demikian saat kerugian dunia begitu nyata yang coba diatasi dengan kebijakan New Normal, kita juga bisa mencegah kerugian di akhirat dengan cara tidak mencaci maki dan menzalimi sesama.

 

 

 

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...