28.2 C
Jakarta

Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Untuk Sebulan Penuh?

Artikel Trending

Asas-asas IslamSyariahBolehkah Niat Puasa Ramadhan Untuk Sebulan Penuh?
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Berdasarkan sidang Isbat Pemerintah Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Agama memutuskan bahwa awal Ramadhan 1443 H jatuh pada hari minggu, 3 April 2022. Oleh karenanya Umat Islam akan melakukan puasa Ramadhan sejak hari itu. Karena puasa Ramadhan merupakan rukun Islam, maka dalam melaksananya harus mengetahui ilmu-ilmunya. Dalam kajian niat Ramadhan sebagian ulama membolehkan satu niat puasa Ramadhan untuk puasa Ramadhan satu bulan penuh. Lantas bagaimana pandangan fikih Islam menyikapi hal ini.

Para ulama telah bersepakat dan berijmak bahwa niat puasa itu merupakan hal yang wajib dilakukan. Tanpa mengucapkan niat puasa, maka puasa Ramadhan yang dilaksanakan jelas tidak sah. Wajibnya niat puasa telah menjadi kesepakatan, namun waktu mengucapkan niat ini para ulama berbeda pandangan.

Para Ulama Syafi’i, Hambali dan Hanafi menyatakan bahwa Niat puasa Ramadhan harus dilakukan malam hari dan diucapkan setiap hari ketika akan puasa. Itu artinya orang yang akan menjalani puasa wajib membaca niat puasa setiap harinya.

Namun demikian, Ulama Maliki memberikan pandangan yang berbeda. Ulama Maliki menyatakan bahwa membaca niat puasa satu kali untuk puasa sebulan penuh diperbolehkan.

Dalam kitab Al-Muqaddimat Al-Mumhidat dituliskan

ورمضان كله كيوم واحد إذ لا يتخلله وقت فطر يصح صومه، فتجزئ فيه نية واحدة في أوله، ويكون حكم النية باقيا مستصحبا لا يحتاج إلى تجديد النية عند كل يوم، كالصلاة التي يلزمه إحضار النية لها عند أولها، ولا يلزمه تجديدها عند كل ركن من أركانها.

Artinya: “Sebulan penuh Ramadhan seperti halnya satu hari karena tidak diselingi waktu lain yang sah berpuasa selain puasa Ramadhan. Karena itu, cukup berniat di malam pertama saja dan hukum niat tersebut tetap berlaku untuk malam-malam berikutnya sehingga tidak butuh memperbarui niat setiap hari. Sebagaimana shalat yang hanya wajib berniat di awal shalat saja, dan tidak wajib memperbaruinya di setiap rukun-rukun shalat,”

BACA JUGA  Apakah Menelan Dahak Membatalkan Puasa?

Menyikapi Pandangan Niat Puasa Ramadhan

Sebagaimana diketahui bersama bahwa mayoritas Umat Islam di Indonesia adalah pengikut Syafi’iyah, oleh karenanya sangat dianjurkan mengikuti pandangan Syafi’iyah yaitu wajibnya mengucapkan niat puasa Ramadhan per hari. Adapun niatnya sebagai berikut

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَان هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala”.

Dan untuk berjaga-jaga, apabila kita lupa membaca niat puasa yang berimplikasi pada tidak sahnya puasa. Maka para ulama membolehkan membaca niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh. Adapun niatnya sebagai berikut

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, wajib karena Allah”

Atau bisa juga mengucapkan niat sebagai berikut;

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ هَذِهِ السَّنَةَ فَرْضا للهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa selama sebulan penuh Ramadhan di tahun ini, wajib karena Allah”.

Demikianlah penjelasan mengenai kebolehan membaca niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh. Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani, M.Hum
Ahmad Khalwani, M.Hum
Penikmat Kajian Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru