27.8 C
Jakarta

BNPT Jaring Aspirasi Kalangan Muda Cegah Radikalisme

Artikel Trending

AkhbarNasionalBNPT Jaring Aspirasi Kalangan Muda Cegah Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjaring aspirasi serta suara dari kalangan muda Indonesia dalam meningkatkan literasi mencegah paham radikalisme lewat pentas seni dan budaya yang mengangkat kearifan lokal.

Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris menyampaikan melalui Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat mengajak para anak muda yang mewakili daerah atau FKPT-nya di seluruh Indonesia untuk membuat podcast dan musik tentang kearifan lokal yang menyatukan. Hal ini tanpa mengurangi kreativitas untuk berprestasi serta perlu tetap menghargai serta menghormati perbedaan yang ada.

“BNPT mengajak para anak muda 34 finalis di seluruh Indonesia untuk membuat musik dan podcast tentang kearifan lokal yang menyatukan, dan tanpa mengurangi kreatifitas untuk berprestasi. Dan kami perlu tetap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada,” kata Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2023, dilansir dari Antara.

BNPT kembali menggelar penjurian nasional Asik Bang dan Podcast yang melibatkan kaum muda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme melalui 34 Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

BACA JUGA  Narasi Kebangkitan Khilafah Perspektif Sempit dan Irasional

Tujuan dari kedua kegiatan ini salah satunya memberikan ruang kepada kaum moderat untuk bersuara damai melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. Salah satunya melalui pembuatan podcast yang informatif atau pun harmonisasi yang memengaruhi masyarakat secara kolektif melalui seni atau musik.

Irfan menjelaskan kegiatan ini mengajak kalangan muda bersama-sama menjaga kedamaian negara dengan menolak segala bentuk narasi dan ajakan serta paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. “Bersama kita yakin kedamaian Indonesia akan selalu kita rasakan,” katanya.

Menurut Irfan, masifnya propaganda yang dilakukan kelompok tertentu di media sosial dalam rangka mengganggu rasa persatuan bangsa Indonesia.”Propaganda media sosial ini sangat masif.

Perang informasi ini bagaikan pisau bermata dua. Dampak negatifnya dapat mengancam stabilitas negara. Untuk itu saatnya kita terus bergerak tanpa kenal lelah untuk mencegah paham radikalisme terorisme melalui media sosial,” ujar Irfan.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru