28.6 C
Jakarta

Afghanistan Desak Taliban Perpanjang Gencatan Senjata

Artikel Trending

AkhbarInternasionalAfghanistan Desak Taliban Perpanjang Gencatan Senjata
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Kabul-Pemerintah Afghanistan mendesak Taliban memperpanjang gencatan senjata selama tiga hari. Rencana pelepasan senjata ini mulai dijadwalkan berakhir pada Selasa (26/5) malam waktu setempat. Pada saat bersamaan pemerintah mengumumkan rencana pembebasan 900 tahanan Taliban.

“Untuk manajemen masalah tahanan yang lebih baik, penting untuk memperpanjang gencatan senjata,” kata Afghanistan Javid Faisal. Juru bicara penasihat keamanan nasional Afghanistan ini menyampaikan pernyatannya di sebuah konferensi pers.

Taliban diketahui telah mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari dalam rangka Idul Fitri. Hal itu telah berlangsung sejak Ahad (24/5) lalu. Namun demikian Afganistan terus meminta Taliban agar pasukan meliternya memperpanjang kondisi damai ini.

Pada Senin (25/5), Pemerintah Afghanistan membebaskan 100 tahanan Taliban. Perintah pembebasan dikeluarkan langsung Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Pembebasan para tahanan itu merupakan bentuk iktikad pemerintah untuk menciptakan perdamaian.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Intezar Khadim. Pihaknya dari Direktorat Perlindungan Sipil menuturkan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian Afghanistan.

Gencatan Senjata dan Niat Baik Afghanistan

“Untaian niat baik ini akan terus berlanjut. Kami percaya pada perdamaian abadi serta Afghanistan yang aman, dan kami akan menjamin kepercayaan itu,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan Sipil di Dewan Keamanan Nasional Afghanistan melalui akun Twitter pribadinya, dikutip laman Yeni Safak.

Pada Ahad lalu, kantor kepresidenan Afghanistan mengatakan Ghani telah mengeluarkan arahan untuk memulai proses pembebasan hingga 2.000 tahanan Taliban. Hal itu sebagai isyarat niat baik dan respons atas gencatan senjata yang diumumkan Taliban dalam rangka Idul Fitri.

Taliban telah mencapai kesepakatan perdamaian dengan Amerika Serikat (AS) pada Februari lalu. Washington merupakan sekutu utama Pemerintah Afghanistan dalam memerangi Taliban. Sehingga dari itu kedua belah pihak bersiap untuk saling memperpanjang gencatan senjata.

Dalam kesepakatan itu tercantum tentang pembebasan 5.000 tahanan Taliban. Hal itu menjadi syarat untuk memulai proses pembicaraan damai intra-Afghanistan.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru